Dalam waktu tiga hari terakhir, maskapai tersebut membatalkan hampir 1.800 penerbangannya, menurut data dari situs web pelacakan penerbangan FlightAware.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 01 November 2021 - 16:36 WIB
WowKeren - American Airlines telah membatalkan 917 penerbangan pada hari Minggu (31/10), yang merupakan 33 persen dari jumlah operasinya. Dalam waktu tiga hari belakangan, maskapai ini membatalkan hampir 1.800 penerbangannya, menurut data dari situs web pelacakan penerbangan FlightAware.
Salah satu faktor yang menyebabkan diambilnya keputusan itu adalah cuaca. Angin kencang di Dallas-Fort Worth pada hari Jumat dan Sabtu menyebabkan pembatalan di Bandara Internasional Dallas/Fort Worth yang merupakan hub utama perusahaan yang berbasis di Fort Worth. Selain itu, maskapai juga mengutip masalah kepegawaian.
Sedangkan Southwest Airlines yang berbasis di Dallas membatalkan 193 penerbangannya pada hari Minggu, yang merupakan 5 persen dari operasi dan 87 pada hari Sabtu, menurut FlightAware. Menurut situs tersebut, American membatalkan 342 penerbangan pada Jumat atau 11 persen dari operasinya. Sedangkan pada Sabtu, maskapai ini menghentikan 516 penerbangan lagi, 19 persen dari operasi.
Maskapai itu mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada KTVT, afiliasi CBS lokal, bahwa angin kencang di Texas Utara memperburuk kondisi kurangnya staf dan mengurangi kapasitas kedatangan lebih dari setengahnya di Bandara Internasional Dallas-Fort Worth. American Airlines mengatakan dalam pernyataan bahwa itu terjadi pada dua landasan pacu di bandara, yang berfungsi sebagai hub penting. Pihak maskapai juga telah menyampaikan permohonan maaf pada penumpang yang telah memesan tiket untuk penerbangan yang dibatalkan.
"Kami mengambil tindakan ini untuk meminimalkan ketidaknyamanan sebanyak mungkin," kata American Airlines dalam pernyataannya. "Sebagian besar pelanggan yang terkena dampak perubahan ini dijadwalkan terbang hari yang sama, dan kami mohon maaf karena harus melakukan perubahan ini."
Maskapai itu mengatakan bahwa mereka mengharapkan untuk meningkatkan staf dalam beberapa bulan mendatang. Lebih dari 600 pramugari baru akan dipekerjakan.
Setelah mengalami penurunan perjalanan selama pandemi COVID-19, sejumlah maskapai memang telah menghadapi tantangan khusus untuk bangkit kembali. Awal bulan ini, Southwest Airlines bahkan melaporkan kerugian hingga 75 juta dolar AS yang diakibatkan oleh cuaca, kontrol lalu lintas udara, dan kesulitan staf.
(wk/zodi)