Banyak Warga Sipil Di Yaman Yang Tewas Akibat Serangan Rudal Balistik Houthi
Dunia

Provinsi Marib di Yaman, mendapatkan serangan rudal balistik yang disebut milik Houthi. Atas serangan ini, akibatnya, menewaskan dan melukai banyak warga sipil.

WowKeren - Baru-baru ini, Menteri Informasi Yaman menyampaikan bahwa sebuah serangan rudal balistik Houthi menimpa Provinsi Marib. Akibatnya, menewaskan dan melukai 29 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.

Pada Senin (1/11), melalaui sosial medianya, Muammar al-Iryani menyampaikan bahwa ada dua rudal balistik yang digunakan dalam serangan tersebut. Serangan ini diketahui menghantam sebuah masjid dan sebuah sekolah agama di Yaman.

Berdasarkan keterangan dari kantor Gubernur Marib, serangan rudal balistik itu terjadi pada Minggu (31/10) malam. Atas peristiwa tersebut tidak ada klaim tanggung jawab langsung oleh Houthi yang disebut mendapat dukungan dari Iran.



Melansir Al Jazeera, pertempuran tersebut melibatkan antara pasukan pemerintah dan Houthi yang juga telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengatakan bahwa ada sekitar 10 ribu orang yang mengungsi sejak September lalu akibat pertempuran di Marib, kubu utara terakhir pemerintah yang diakui secara internasional. Mereka lantas menyerukan koridor kemanusiaan untuk bantuan.

Perang di Yaman dan keruntuhan ekonomi berikutnya, serta pembatasan impor ke daerah-daerah yang dikuasai oleh Houthi, telah menyebabkan apa yang disampaikan oleh PBB sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Hal ini lantaran akibat perang tersebut menyebabkan 16 juta orang menghadapi kelaparan.

Sebelumnya, sebuah koalisi pasukan yang dipimpin oleh Riyadh melakukan intervensi di Yaman pada Maret 2015 silam, setelah Houthi yang bersekutu dengan Iran menyingkirkan pemerintah dengan dukungan dari Saudi di ibu kota Sanaa pada sekitar 2014 silam. Pada kala itu, Houthi mengatakan bahwa mereka memerangi sistem yang korup dan agresi asing.

Masih melansir Al Jazeera, Gerakan Houthi juga mengatakan pada Oktober kemarin, bahwa mereka telah merebut wilayah baru di Provinsi kaya energi yakni Shabwa dan Marib. Menurut mereka, keuntungan yang dikonfirmasi oleh sumber karena menekan serangan yang kemungkinan akan semakin memperumit upaya perdamaian internasional.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts