Regulator Inggris Setujui Molnupiravir Merck, Pil Pertama Untuk Obati Pasien COVID-19
EPA-EFE/Justin Lane
Dunia

Pil molnupiravir Merck yang sebelumnya diklaim bisa untuk meminimalisir potensi rawat inap bagi pasien COVID-19, kini telah mendapatkan persetujuan dari regulator Inggris.

WowKeren - Pada bulan Oktober lalu, Pengawas obat-obatan Uni Eropa (UE) menyampaikan akan segera memulai peninjauan obat untuk pasien COVID-19 hasil produksi perusahaan farmasi Merck yakni molnupiravir. Kini, kabar terbaru datang dari regulator Inggris yang telah menyetujui obat tersebut dan merupakan salah satu pil pertama yang secara aktif mengobati infeksi COVID-19 pada Kamis (4/11).

Selanjutnya, pakar medis mengatakan bahwa mereka mengharapkan obat yang tidak memerlukan penyimpanan atau pembuatan khusus menjadi alat yang signifikan dalam memerangi COVID-19 di seluruh dunia, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Melansir UPI, Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan Inggrus (MHRA) mengatakan bahwa molnupiravir bisa mengurangi risiko rawat inap dan kematian pada pasien COVID-19 yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah. Hal ini disampaikan oleh pihak Kesehatan Inggris dan Kepedulian Sosial, Sajid Javid.

"Hari ini (Kamis, 4/11), adalah hari bersejarah bagi negara kita, seperti Inggris sekarang, negara pertama di dunia yang menyetujui antivirus yang bisa diambil di rumah untuk COVID-19," papar Javid dalam sebuah pernyataan. "Ini akan menjadi pengubah permainan bagi mereka yang paling rentan dan imunosupresi, yang akan segera dapat menerima perawatan terobosan."


Selain itu, Javid mengungkapkan bahwa regulator Inggris saat ini sedang mengerjakan rencana untuk mendistribusikan obat molnupiravir itu. Menurutnya, obat ini akan menjadi tambahan yang sangat baik untuk menjadi "senjata" melawan COVID-19.

"Antivirus ini akan menjadi tambahan yang sangat baik untuk gudang senjata kami melawan COVID-19, dan tetap penting setiap orang maju untuk vaksin COVID-19 yang menyelamatkan jiwa mereka, terutama yang memenuhi syarat untuk booster," jelas Javid. "Untuk memastikan sebanyak mungkin orang terinfeksi, dilindungi selama beberapa bulan mendatang."

Di sisi lain, CEO MHRA Dr. June Raine mengatakan bahwa para ilmuwan dan dokter telah yakin dengan molnupiravir aman dan efektif dalam mencegah COVID-19 yang parah. "Ini penting karena artinya bisa diberikan di luar rumah sakit sebelum COVID-19 berkembang ke tahap yang parah," ungkap Raine dalam sebuah pernyataan.

"Tanpa kompromi pada kualitas, keamanan, dan efektivitas, publik dapat mempercayai bahwa MHRA telah melakukan penilaian data yang kuat dan menyeluruh," imbuh Raine.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait