Survei: Mayoritas Warga AS Sebut Joe Biden Tak Seberapa Perhatian dengan Isu Paling Penting
AFP
Dunia

Jajak pendapat menunjukkan bahwa 58 persen responden mengatakan Biden tidak cukup memperhatikan masalah yang paling penting. Hasil ini lebih buruk dibanding tiga tahun lalu.

WowKeren - Pandangan masyarakat terhadap pemimpin negara memang bervariasi. Di Amerika, tak sedikit orang yang menganggap bahwa presiden mereka, Joe Biden, tidak cukup memperhatikan masalah paling penting yang dihadapi AS saat ini.

Tak hanya itu, sebagian besar dari mereka juga tidak puas dengan bagaimana Biden menangani pekerjaannya sebagai presiden. Itu semua terungkap dari hasil jajak pendapat baru yang dirilis pada Senin (8/11) oleh CNN.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa 58 persen responden mengatakan Biden tidak cukup memperhatikan masalah yang paling penting. Hasil ini lebih buruk dibanding tiga tahun lalu ketika 56 persen dari mereka yang disurvei mengatakan demikian ketika mereka ditanyai pertanyaan yang sama tentang Presiden Donald Trump saat itu.

Ditanya tentang masalah paling mendesak yang dihadapi negara, 36 persen mengatakan bahwa itu adalah masalah ekonomi, 72 persen di antaranya mengatakan Biden belum memperhatikan masalah yang tepat. Untuk 20 persen yang menilai pandemi virus corona sebagai masalah utama, 79 persen di antaranya memandang Biden sebagai prioritas yang tepat, sementara 21 persen tidak.


Bahkan di antara Demokrat dan independen yang condong ke Demokrat, bagian yang mengatakan Biden memiliki prioritas yang salah tumbuh menjadi 42 persen di antara mereka yang menyebut ekonomi sebagai masalah utama, dibandingkan dengan 17 persen di antara mereka yang menganggap virus corona sebagai perhatian mereka yang luar biasa.

Selain masalah perekonomian dan pandemi, masalah paling penting lainnya adalah termasuk imigrasi (14 persen) dan perubahan iklim (11 persen). Persentase yang menyangkut keamanan nasional, ketidakadilan rasial, dan pendidikan sebagai prioritas utama adalah satu digit.

Secara keseluruhan, 48 persen orang dewasa menyetujui cara Biden menangani pekerjaan sebagai presiden. Sementara 52 persen lainnya tidak setuju.

Jajak pendapat menyimpulkan bahwa penurunan peringkat persetujuan Biden selama beberapa bulan terakhir lebih didorong oleh kekecewaan di antara para pendukung aslinya daripada perluasan kelompok yang mulai menentang kepresidenannya. Jajak pendapat dilakukan pada tanggal 1 hingga 4 November di antara sampel nasional acak 1.004 orang dewasa yang disurvei secara online.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait