Tewaskan 52 Orang, Korban Selamat Ungkap Ngerinya Ledakan Tambang Batu Bara Rusia
Unsplash/Albert Hyseni
Dunia

Sebagian besar jenazah korban tewas masih berada di dalam tambang batu bara Listvyazhnaya. Jenazah mereka akan dievakuasi usai suhu dan konsentrasi metana stabil.

WowKeren - Tambang batu bara Listvyazhnaya di Rusia mengalami kebakaran dan ledakan pada Kamis (25/11) mengakibatkan 52 orang tewas. Enam orang di antaranya merupakan anggota kru penyelamat.

Menurut seorang pejabat lokal dari distrik perkotaan Belovsky, para korban dilaporkan mati lemas karena karbon monoksida. Badan investigasi pemerintah telah meluncurkan kasus pidana terkait insiden tersebut.

Sebagian besar jenazah korban tewas masih berada di dalam tambang. Jenazah mereka akan dievakuasi usai suhu dan konsentrasi metana stabil.

Sebelumnya, Layanan Federal Rusia untuk Teknologi Lingkungan dan Pengawasan Nuklir mendapat laporan tentang kebakaran dan ledakan di saluran udara tambang sekitar pukul 9 pagi waktu setempat. Kebakaran terjadi di kedalaman 820 kaki atau sekitar 250 meter dan disebabkan oleh debu batu bara yang terbakar di saluran udara.

Menurut pihak otoritas, setidaknya ada 285 penambang berada di dalam ketika api meletus. Lebih dari 40 orang teracuni oleh produk pembakaran.

Anggota penyelamat menemukan 14 jenazah korban tewas, namun terpaksa menghentikan pencarian 38 jenazah lainnya karena penumpulan gas metana dan karbon monoksida dari api. Sebanyak 239 orang berhasil diselamatkan.


Kantor berita Tass dan RIA-Novosti melaporkan bahwa pejabat menilai tidak ada kemungkinan menemukan korban selamat lagi di tambang Listvyazhnaya. Tambang tersebut terletak di wilayah Kemerovo di Siberia barat daya.

Tiga orang anggota penyelamat yang hilang di tambang batu bara Listvyazhnaya ditemukan tewas. Sedangkan 43 penambang telah dirawat di rumah sakit, dengan empat orang di antaranya terdaftar dalam kondisi serius.

Pejabat daerah lantas menyediakan waktu tiga hari berkabung atas insiden ini. Para penambang yang selamat pun menggambarkan rasa syok mereka usai mencapai permukaan.

"Benturan. Udara. Debu. Dan kemudian, kami mencium bau gas dan mulai berjalan keluar, sebanyak yang kami bisa," ungkap Sergey Golubin, salah satu penambang yang selamat. "Kami bahkan tidak menyadari apa yang terjadi pada awalnya dan menghirup beberapa gas."

Sementara penambang lain bernama Rustam Chebelkov mengingat momen dramatis ketika dia diselamatkan bersama rekan-rekannya saat kekacauan melanda tambang. Ia sempat mengira dirinya akan mati dalam insiden tersebut.

"Saya merangkak dan kemudian saya merasa mereka meraih saya," katanya. "Saya mengulurkan tangan kepada mereka, mereka tidak bisa melihat saya, jarak pandangnya buruk. Mereka menangkap saya dan menarik saya keluar, jika bukan karena mereka, kami akan mati."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts