Buruh Sindir UMP DKI Jakarta 2022 Hanya Naik Rp 37 Ribu, Gubernur Anies Temui Massa Demo
AP Photo
Nasional

Para buruh yang berdemo di depan Balai Kota DKI Jakarta menuntut Anies untuk mencabut Surat Keputusan (SK) UMP DKI 2022 yang hanya menetapkan kenaikan sebesar Rp 37.749 atau 0,85 persen.

WowKeren - Unjuk rasa terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 berlangsung di DKI Jakarta pada Senin (29/11) hari ini. Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggeruduk Balai Kota DKI dan meminta untuk bertemu dengan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Buruh menyindir soal kenaikan UMP DKI Jakarta yang hanya sekitar Rp 37 ribu. Mereka menuntut Anies untuk mencabut Surat Keputusan (SK) UMP DKI 2022 yang hanya menetapkan kenaikan sebesar Rp 37.749 atau 0,85 persen tersebut.

"Cabut SK tentang UMP. Buruh bukan robot bernyawa. 37 ribu bisa dapat apa?" ujar orator dalam aksi tersebut.

Anies kemudian menemui massa buruh di depan Balai Kota DKI. Anies mengaku terpaksa meneken SK UMP DKI 2022 pada 20 November 2021 lalu.


"Perlu saya sampaikan, tanggal 20 (SK) harus dikeluarkan, kenapa? Karena ketentuan mengharuskan harus keluar keputusan gubernur sebelum tanggal 20. Bila tidak mengeluarkan, maka jadi melanggar," papar Anies di hadapan massa buruh.

Anies sendiri setuju dengan para buruh dan menilai kenaikan UMP DKI 2022 terlalu kecil. Anies telah melayangkan surat ke Kementerian Ketenagakerjaan pada 22 November 2021 lalu untuk meminta agar formula perhitungan UMP diubah.

"Maka kami keluarkan (SK) yang masih sesuai dengan PP (Nomor) 36, sambil kami kirimkan surat. Itu yang sudah kami lakukan. Kami minta teman-teman bantu untuk membuat ini tuntas, dan semoga nanti kami akan dapat hasil optimal," tutur Anies. "Kami ingin agar semua yang di Jakarta bisa merasakan kesejahteraan termasuk buruh. Betul? Kami semua ingin itu, kami pun punya pandangan yang sama."

Di sisi lain, kehadiran Anies di hadapan para buruh menuai sorak-sorai massa. "Ini lah orang yang sehari-harinya menghabiskan waktu untuk memikirkan hidup orang lain," tutur Ketua KSPI DKI, Winarso, melalui pengeras suara.

Massa menanggapi seruan Winarso dengan tepuk tangan. Mereka bahkan berkali-kali meneriakkan nama Anies dan menyebutnya sebagai presiden.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts