Ini merupakan langkah terbaru yang diambil negara itu, yang tampaknya menargetkan orang-orang yang menyangkal langkah pencegahan pandemi seperti vaksinasi dan pemakaian masker.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 10 Desember 2021 - 11:43 WIB
WowKeren - Yunani mengambil langkah tegas bagi orang tua murid yang enggan jika anak-anak mereka kembali belajar secara tatap muka di sekolah. Tak main-main, orang tua yang tidak menyekolahkan anak-anak mereka karena tindakan COVID-19 akan menghadapi hukuman berupa denda dan juga kurungan selama dua tahun.
Ini merupakan langkah terbaru yang diambil negara itu, yang tampaknya menargetkan orang-orang yang menyangkal langkah pencegahan pandemi seperti vaksinasi, pemakaian masker atau tes. Yunani sendiri telah mewajibkan sekolah tatap muka untuk anak-anak hingga usia 16 tahun. Namun hingga kini, hukuman untuk yang tidak mendaftarkan anak-anak mereka hanya sebesar 59 euro atau sekitar 1 juta rupiah.
Sekretaris Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah di Kementerian Pendidikan Alexandros Koptsis mengatakan bahwa negara sudah tak bisa lagi memberikan toleransi. Sebab menurutnya, alasan orang tua enggan anaknya belajar di sekolah terkesan tidak masuk akal.
"Kami tidak bisa mentolerir fenomena orang tua yang melarang anak-anaknya bersekolah," katanya kepada Al Jazeera. "Ini terjadi karena alasan yang tidak masuk akal, seperti tidak ingin anak Anda memakai masker."
Adapun hukuman pidana itu telah disahkan oleh kementerian pada Selasa (7/12). Tak main-main, negara bahkan disebutnya bisa mencabut hak asuh orang tua atas anak. "Jika jaksa menganggap perlu, orang tua bahkan bisa dicabut hak asuhnya," kata Koptsis baru-baru ini kepada stasiun radio lokal.
Kementerian tidak akan mengejar orang tua secara langsung, namun menyediakan perangkat hukum bagi kepala sekolah. "Kami menunjukkan kepada sekolah arah (kebijakan) umum, dan kemudian kepala sekolah akan memanggil jaksa," ujar Koptsis.
Terkait hukuman penjara dua tahun, orang tua yang dihukum tidak serta merta harus terpisah dari anak-anak mereka. Pasalnya, hukuman hingga lima tahun dapat dibeli dengan tarif yang ditentukan oleh pengadilan, berdasarkan pendapatan terpidana.
Sementara itu, Yunani telah memvaksinasi penuh 62 persen dari total populasi. Negara ini telah berusaha untuk menutup kesenjangan vaksinasi dengan negara-negara Eropa lainnya. Kementerian pendidikan mengatakan setengah dari siswa berusia 14 tahun ke atas telah mendapatkan vaksin dosis pertama.
(wk/zodi)