PVMBG Beri Penjelasan Usai Viral Gunung Semeru Disebut 'Bocor Dari Tengah'
Nasional
Erupsi Semeru

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Gunung Semeru di Jawa Timur disebut bocor dari tengah. Pusat Vulakonologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) lantas menanggapi klaim video viral tersebut.

WowKeren - Sebuah video yang menyebutkan "Semeru bocor dari tengah" viral di media sosial. Hingga berita ini ditulis, video yang diunggah ke TikTok tersebut telah memperoleh 41,6 ribu likes.

"Detik-detik Semeru BOCOR dari tengah gunung," demikian keterangan video tersebut. "Ya Allah Semeru keluarkan wedus gembel lagi hari ini."

Pusat Vulakonologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) lantas menanggapi klaim video viral tersebut. Menurut Subkoordinator Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat dari PVMBG, Nia Haerani, fenomena yang tampak dalam video tersebut bukan menunjukkan kebocoran Semeru dari tengah gunung.

"Bukan (kebocoran Gunung Semeru)," tutur Nia kepada Kompas.com, Minggu (19/12). "Itu yang disebut awan panas guguran. Batuan (aliran lava) yang keluar dari puncak mengendap di lereng karena tidak stabil kemudian turun lagi."


Karena batuan tersebut masih panas di bagian dalamnya, maka keluarlah abu seperti yang tampak dalam video. "Jadi asapnya bukan dari dalam tubuh gunung, tapi dari permukaan," jelasnya.

Menurut Nia, Semeru memang kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Minggu pagi. Namun Nia tak dapat memastikan apakah APG yang tampak dalam video tersebut merupakan kejadian pada Minggu pagi atau bukan.

Sebelumnya, PVMBG telah meminta agar seluruh aktivitas di area sejauh 13 kilometer dari puncak gunung dihentikan seiring dengan kenaikan status Semeru dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga. Kepala PVMBG, Andiani, menjelaskan bahwa langkah tersebut diperlukan lantaran awan panas guguran masih berpotensi terjadi.

"Masih ada potensi terjadinya APG dan gempa-gempa di permukaan," tutur Andiani, Jumat (17/12). "Kami meminta agar seluruh aktivitas masyarakat di sisi tenggara hingga Besuk Kobokan ditiadakan untuk sementara waktu."

Andiani menjelaskan bahwa upaya penanganan bencana APG Semeru seperti pembersihan material vulkanik, pembukaan jalan, hingga evakuasi masih memungkinkan untuk dilakukan. Hanya saja seluruh tim yang bertugas diharuskan untuk selalu berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Semeru.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts