Temukan Kasus Omicron di Beberapa Provinsi, Thailand Siapkan Skenario Terburuk Saat Libur Tahun Baru
Dunia
Tahun Baru 2022

Kasus COVID-19 varian Omicron di Thailand diketahui telah menyebar ke banyak provinsi. Pihak Kemenkes Thailand lantas akan menyampaikan skenario terburuk selama libur Tahun Baru.

WowKeren - Menjelang libur Tahun Baru, masing-masing pemerintah di negara dunia diketahui menerapkan kebijakan pengetatan aktivitas agar tidak terjadi lonjakan angka kasus COVID-19. Terlebih di negara-negara yang telah mendeteksi varian Omicron.

Seperti yang dilakukan pemerintah Thailand, pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memaparkan skenario terburuk untuk periode setelah libur panjang Tahun Baru. Hal ini dilakukan menyusul ditemukannya kasus baru varian Omicron di beberapa provinsi Thailand.

Melansir Bangkok Post, Kemenkes Thailand pada Minggu (26/12), melaporkan telah menemukan dua kemungkinan kasus di Chiang Mai, dan dua kasus yang telah terkonfirmasi sebagai varian Omicron di Loei dan satu di Songkhla. Kasus ini meerupakan imported case.

Keduanya diidentifikasikan sebagai kasus Omicron yang dibawa oleh satu pria Jerman dan satu pria Inggris oleh Gubernur Chiang Mai Prajon Pratsakun. Sementara itu, untuk laporan awal menunjukkan bahwa mereka telah terdeteksi sebagai varian Omicron. Tapi hasil yang lebih pasti akan segera dirilis.



Sebagai informasi, Thailand melaporkan kasus pertama varian Omicron pada awal bulan Desember 2021. Kemudian, lebih banyak kasus ditemukan di lebih dari 10 provinsi, termasuk Nonthaburi, Pathum Thani, Bangkoj, Prachuap, Phuket, dan Krabi.

Sementara itu, Sekretaris Tetap untuk Kesehatan Masyarakat Thailand, Kiatiphum Wongrajit menyampaikan bahwa pihaknya akan menerbitkan tiga skenario terburuk dan terbaik tentang situasi COVID-19, kala orang-orang bepergian selama libur Tahun Baru. "Tujuannya adalah untuk mempersiapkan segera untuk kemungkinan wabah dan meninjau langkah-langkah COVID-19," tutur Kiatiphum, dilihat pada Senin (27/12).

Masih melansir Bangkok Post, Dr Waranyoo Jamnongprasartporn selaku Kepala Kantor Kesehatan masyarakat provinsi Chiang Mai mengatakan bahwa turis Jerman berusia 22 tahun itu tiba di Bandara Suvarnabhumi pada 17 Desember dan dinyatakan negatif Covid-19.

Setelah itu, turis tersebut melakukan karantina di Bangkok, sebelum terbang ke Chiang Mai pada 21 Desember lalu. Dr Waranyoo lantas mengatakan hal ini menambah jumlah pasien yang dinyatakan positif COVID-19 di Thailand. Kemudian sebanyak 18 orang yang memiliki kontak erat dengan turis tersebut dan 7 orang lainnya yang dinilai berisiko rendah telah dihubungi oleh otoritas kesehatan.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts