Wood merasa malu bukan hanya karena dia membintangi film-film itu, tetapi juga karena film-film itu adalah serial yang sangat populer di kalangan penggemar fantasi.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 28 Desember 2021 - 13:55 WIB
WowKeren - Para aktor pada umumnya akan melakukan segala upaya untuk bisa menjiwai karakter yang mereka perankan. Tak terkecuali bagi Elijah Wood.
Ketika ia didapuk untuk memerankan Frodo di trilogi "The Lord of the Rings" karya Peter Jackson, dia mulai membaca novelnya sebelum akhirnya memilih untuk menggunakan versi karakter yang diwakili dalam naskah film. Dengan kata lain, ia belum sampai selesai membaca keseluruhan trilogi novel itu.
Bertahun-tahun kemudian, Wood menegaskan bahwa dia belum kembali untuk menyelesaikan buku-buku itu. Ia pun merasa malu bukan hanya karena dia membintangi film-film itu, tetapi juga karena film-film itu adalah serial yang sangat populer di kalangan penggemar fantasi.
Menurutnya, cerita dalam buku itu cukup padat dan berat. Ia pun mengakui cukup kesulitan jika harus membaca buku-buku itu di tengah kesibukannya yang juga harus memerankan karakter.
"Buku ini padat dan bertele-tele dan luar biasa dan sastra dan indah, tetapi berat. Saya merasa berat untuk membaca buku dengan semua pekerjaan yang saya lakukan bersama-sama pada karakter saya," kata pemeran Frodo Baggins itu kepada Esquire. "Saya harus memutar fokus saya untuk hanya hidup di dunia karakter seperti yang tertulis dalam naskah dan percaya pada prosesnya."
Lebih jauh, ia pun merasa konyol belum menamatkan novel itu sendiri sedangkan para penggemar setianya telah menamatkannya. "Saya masih belum membacanya, 20 tahun kemudian. Sungguh konyol bahwa saya belum membacanya. Ini adalah salib saya untuk dipikul. Ini sangat bodoh. Semua orang telah membacanya," lanjutnya.
Novel-novel itu bersama dengan The Hobbit telah menjadi bahan pokok sastra selama beberapa dekade. Adaptasi sinematik Jackson membantu membangun dunia Middle-earth sebagai komponen integral dari budaya pop yang kehadirannya masih terasa 20 tahun kemudian.
Bagian dari apa yang membuat film-film itu sendiri begitu mengesankan adalah bahwa Jackson merekam semuanya secara berurutan, memungkinkan mereka untuk diputar di bioskop setiap tahun. "Itu benar-benar luar biasa," kenang aktor itu tentang pemutaran film.
(wk/zodi)