Warga Jepang Mulai Mudik Akhir Tahun di Tengah Penyebaran Varian Omicron
AFP/Charly Triballeau
Dunia

Menurut data Central Japan Railway Co. (JR Tokai) per 22 Desember 2021, sebanyak 1,32 juta kursi di Jalur Tokaido Shinkansen yang beroperasi selama periode antara 28 Desember dan 5 Januari telah dipesan.

WowKeren - Penyebaran COVID-19 Varian Omicron tak menyurutkan semangat warga Jepang untuk mudik di akhir tahun. Pada Selasa (28/12) pagi ini, sejumlah besar warga meninggalkan kota lewat Stasiun Tokyo.

Menurut data Central Japan Railway Co. (JR Tokai) per 22 Desember 2021, sebanyak 1,32 juta kursi di Jalur Tokaido Shinkansen yang beroperasi selama periode antara 28 Desember dan 5 Januari telah dipesan. Angka tersebut merupakan 40 persen dari kursi yang tersedia, tiga kali lebih banyak dari periode yang sama tahun sebelumnya di masa pandemi COVID-19.

Sejumlah warga membagikan rasa kegembiraan mereka karena bisa mudik di akhir tahun ini. Seorang karyawan perusahaan berusia 34 tahun yang tinggal di Toride, Prefektur Ibaraki misalnya, akan mengunjungi orangtuanya di Prefektur Fukuoka.

Karyawan tersebut mudik bersama istri dan putrinya yang baru berusia 3 tahun. Ini merupakan pertama kalinya pria tersebut bisa kembali ke rumah orangtuanya dalam 2,5 tahun terakhir.

"Saya tak sabar untuk akhirnya bisa bertemu mereka," ujarnya sambil tersenyum, dikutip dari Asahi Shimbun.


Meski demikian, pria tersebut mengaku akan menahan diri untuk tidak banyak keluar rumah di Fukuoka. Pasalnya, ia khawatir tentang infeksi Omicron yang mulai muncul di seluruh Jepang.

Lain halnya dengan seorang wanita berusia 45 tahun di Nagareyama, Prefektur Chiba, yang memutuskan untuk tidak mudik ke kampung halamannya di Prefektur Wakayama tahun ini. Wanita tersebut memilih untuk tidak mudik karena peningkatan kasus Varian Omicron.

"Pelayanan medis di kampung halaman saya tidak cukup baik. Mau tidak mau saya gugup karena saya mungkin membawa virus ke kampung halaman saya (jika mudik ke sana)," ungkapnya.

Hanya putrinya saja yang menghabiskan liburan akhir tahun di Wakayama. Wanita tersebut mengaku memiliki perasaan campur aduk karena tak bisa kembali ke Wakayama untuk liburan.

Di sisi lain, Jepang sebelumnya telah mendeteksi kasus transmisi lokal Varian Omicron di negaranya. Pada Rabu (22/12), Kementerian Kesehatan Jepang mengungkapkan ada tiga anggota keluarga di Osaka yang menjadi kasus infeksi komunitas Omicron pertama di negara tersebut.

Sang ayah yang telah dikonfirmasi terpapar Omicron merupakan seorang guru SD di Neyagawa, Osaka. Pejabat dewan pendidikan kota Neyagawa mengatakan semua guru di sekolah yang sama telah diuji untuk COVID-19.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait