Kontroversi 'Snowdrop' Berlanjut, Sejumlah Cendekiawan Protes Presiden Walt Disney dengan Cara Ini
TV
Pro Kontra Drama Snowdrop

Meski seolah telah berakhir, kontroversi drama 'Snowdrop' ternyata masih berlanjut. Sejumlah cendekiawan bahkan melancarkan protes ke pimpinan Walt Disney di Asia Pasifik dengan cara seperti ini.

WowKeren - Kontroversi dugaan distorsi sejarah dalam drama "Snowdrop" tampaknya belum akan berakhir. Pasalnya, Asisten Profesor Institut Teknologi Georgia Bae Keung Yoon dan 25 "cendekiawan Korea" telah mengirim surat terbuka kepada Presiden Walt Disney Asia Pasifik untuk mengeluhkan drama ini.

Pada Senin (10/1), Bae Keung Yoon membuat sebuah postingan di Twitter untuk mengungkap tindakannya ini. Dia bahkan membagikan tautan ke "Surat Terbuka" yang ditujukan kepada Presiden Walt Disney Asia Pasifik Luke Kang tentang K-Drama Snowdrop yang diproduksi JTBC.

Dalam surat terbuka tersebut, Bae Keung Yoon mengklaim bahwa "Snowdrop" telah menimbulkan kontroversi yang signifikan sejak pemutaran perdana. Dia bahkan menyebut drama ini telah memicu gerakan terorganisir secara nasional seperti memboikot sponsor dan mengajukan petisi ke website Kepresidenan Korea untuk membatalkan siaran. Meski JTBC pernah merilis tentang kesalahpahaman, upaya untuk memboikot "Snowdrop" dari layanan streaming terus berlanjut.

Sebagai asisten profesor studi Korea di Institut Teknologi Georgia, Bae Keung Yoon mengambil bagian dalam penyusunan surat tersebut bersama dengan 25 rekan profesor, asisten profesor hingga calon peraih gelar Ph.D dari berbagai studi.

Ada beberapa poin penting dalam surat terbuka tersebut. Pertama, mereka meminta Luke Kang untuk mencari ahli sejarah Korea modern yang berkualifikasi, baik di Korea maupun luar negeri, untuk memeriksa dengan cermat referensi sejarah yang digunakan oleh "Snowdrop".

Selain itu, Bae Keung Yoon dan rekan-rekannya juga meminta Walt Disney dan juga platform Disney+ untuk mempertimbangkan bagaimana "detail sejarah yang terkandung dalam 'Snowdrop', bersama dengan tempatnya di platform yang luas, yang telah menimbulkan cukup banyak kekhawatiran".


Surat itu juga merinci dua poin keprihatinan yang menyebabkan para cendekiawan menulis, "Meminta pertimbangan yang matang ketika mendistribusikan drama secara global". Mereka bahkan mengatakan bahwa satu-satunya perubahan signifikan yang dilakukan oleh "Snowdrop" adalah mengubah nama karakter Jisoo BLACKPINK (Black Pink) menjadi Eun Yeong Ro.

Poin keprihatinan berikutnya menyoroti penggambaran karakter ayah Eun Young Ro, yakni Eun Chang Su (Heo Jun Ho). Sebab berbeda dari imej ANSP yang kejam dan otoriter, Eun Chang Su digambarkan sebagai sosok yang berprinsip baik meski menjabat sebagai direktur lembaga tersebut.

Sejumlah Cenderkiawan Kirim Surat Terbuka pada Presdir Disney Soal \'Snowdrop\'

Source: Google Dokumen

Baik Luke Kang maupun Disney+ tidak menanggapi surat terbuka tersebut. Meski demikian, para cendekiawan telah menjelaskan bahwa mereka "berdiri di belakang (surat tersebut) dan poin-poin yang diperdebatkan di dalamnya.

"Disney+ jelas memiliki rencana ambisius dan menarik untuk konten Korea Selatan di platformnya dan membuat kemajuan ke banyak pasar Asia saat kami menulis ini. Kami berharap, dengan akses dan jangkauan yang luas ini, perusahaan juga memperhatikan tanggung jawab yang dimilikinya sebagai platform dan merefleksikan jenis konten media yang tersedia di seluruh dunia," pungkas mereka.

Sementara itu, opini publik Korea terhadap "Snowdrop" perlahan berbalik. Kini, drama yang juga dibintangi oleh Jung Hae In tersebut menuai banyak pujian karena dianggap memiliki alur cerita yang menarik karena lebih fokus pada romansa alih-alih politik periode tersebut.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts