Sempat 'Ngotot' Tetap Melanjutkan PTM 100 Persen, Kini Wagub DKI Akan Lakukan Pengetatan
Instagram/arizapatria
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Ancaman COVID-19 varian Omicron di DKI Jakarta saat ini diketahui tengah meningkat. Hal ini lantas membuat Pemprov DKI bergegas untuk mengambil langkah dalam pelaksanaan PTM 100 persen.

WowKeren - DKI Jakarta saat ini tengah berada di asesmen level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini diketahui imbas dari lonjakan kasus COVID-19 yang disebabkan oleh varian Omicron.

Selain itu, angka kasus Omicron yang terus naik di DKI jakarta juga berimbas pada penutupan sejumlah sekolah yang tengah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Meski demikian, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria sebelumnya menuturkan PTM 100 persen tetap dilanjutkan.

Namun kini, pria yang akrab dipanggil Ariza itu mengaku perlu untuk memperketat aturan PTM di sekolah. Hal ini disampaikan menyusul adanya peningkatan potensi paparan virus COVID-19 varian Omicron.

"Betul seperti yang disampaikan oleh Wapres Pak Kiai Ma'ruf Amin bahwa seiring dengan peningkatan kasus COVID-19 Omicron, kita perlu ada pengetatan," tutur Ariza dalam keterangan di Jakarta, Jumat (21/1). "Banyak hal yang kita lakukan yang pertama kita selalu mengikuti regulasi terkait Omicron maupun COVID-19."


Lebih lanjut, Ariza menerangkan bahwa pihaknya telah menempuh sejumlah cara untuk mengantisipasi paparan COVID-19 terhadap warga sekolah. Di antaranya adalah dengan memastikan kehadiran Satgas COVID-19 di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, Ariza juga mengimbau untuk melakukan percepatan vaksinasi COVID-19 kepada warga sekolah. Baik kepada pendidik atau guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik atau murid.

Selanjutnya, Ariza juga minta agar terus berkoordinasi dengan seluruh jajaran, yang merupakan bentuk kerja sama dalam meningkatkan monitoring dan pengawasan penyebaran COVID-19, khusus varian Omicron. "Karena masyarakat ini merasa sudah vaksin, mungkin kurang disiplin, nah mari kita tingkatkan," beber Ariza.

Sebelumnya, Ma'ruf Amin juga telah menyampaikan bahwa pemerintah berencana untuk mengevaluasi aturan PTM 100 persen yang saat ini telah berlangsung di sejumlah sekolah. Menurut Ma'ruf Amin, hal ini perlu dilakukan mengingat adanya temuan kasus Omicron di masyarakat.

Meski demikian, Ma'ruf menuturkan meningkatnya kasus COVID-19 di suatu daerah itu tidak serta merta membuat PTM 100 persen dikurangi atau bahkan dibatalkan secara nasional. Hanya saja, PTM akan dievaluasi sesuai pada angka lonjakan kasus di masing-masing daerah.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts