UNICEF Serukan Untuk Bebaskan Anak-Anak yang Ditahan di Suriah
Pexels/Guduru Ajay bhargav
Dunia

Pascaserangan yang terjadi pada pekan lalu di Suriah, banyak anak-anak diketahui akhirnya ditahan di penjara. Hal ini lantas memicu perhatian dari pihak UNICEF.

WowKeren - Baru-baru ini, Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) meminta masyarakat internasional untuk membantu lebih dari 800 anak yang dipenjara di fasilitas penahanan militer di timur laut Suriah. Dalam rilis berita, UNICEF diketahui mengajukan banding.

Dalam banding yang dirilis itu UNICEF diketahui mengatakan telah menerima "laporan yang sangat mengkhawatirkan tentang kematian di antara anak-anak di fasilitas penahanan militer Ghwayran di al-Hasakah." Adapun tempat bekas sekolah itu disebut merupakan fasilitas terbesar di negara tersebut untuk tersangka anggota ISIS.

Menurut The Washington Post, tempat tersebut dapat menampung sekitar 3 ribu tahanan dalam kondisi buruk. Sementara itu, serangan yang terjadi pada Minggu (23/1) lalu, menewaskan sekitar 25 anggota Pasukan Demokratik Suriah yang didukung oleh Operation Inherent Resolve yang dipimpin oleh AS.

Di sisi lain, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa ISIS telah mencoba mengepung penjara selama lebih dari satu tahun. Selain itu, mereka juga memuji pasukan SDF atas kemampuannya untuk menggagalkan serangan sebelumnya dan meminimalkan keparahan serangan.


Menurut The Wangshington Post, SDF mengatakan bahwa hampir 160 gerilyawan Islam tewas dalam serangan terbut. Sementara atas hal tersebut, UNICEF merasa prihatin akan anak-anak yang terperangkap di dalam fasilitas tersebut.

"Kami juga sangat prihatin dengan laporan bahwa anak-anak yang terperangkap di dalam fasilitas mungkin dipaksa untuk berperan aktif dalam bentrokan yang sedang berlangsung antara tahanan dan pasukan keamanan," papar Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore dalam sebuah pernyataan, dilihat pada Rabu (26/1). "Anak-anak ini seharusnya tidak pernah ditahan di tahanan militer sejak awal. menjadi sasaran kejahatan perang."

Fore mengungkapkan bahwa dari ratusan anak yang ditahan itu tidak satu pun di antaranya yang dijatuhi hukuman atau vonis, baik secara nasional maupun internasional. " Anak-anak warga negara asing hanya menerima sedikit atau tidak sama sekali dukungan dari negara asal mereka," ungkap Fore.

"Hampir 850 anak-anak, beberapa berusia 12 tahun, saat ini berada dalam tahanan di timur laut Suriah, kebanyakan dari mereka ditahan di fasilitas Ghwayran. Mayoritas anak-anak ini adalah anak laki-laki Suriah dan Irak sementara sisanya dari 20 negara lain," papar Fore.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts