Pemerintah Siapkan 6 Klaster Industri di Ibu Kota Baru, Jadi Langkah Capai Visi 2045
Nasional
Ibu Kota Baru Indonesia

Pembangunan Ibu Kota Negara baru Indonesia dipastikan akan terus berjalan. Pemerintah pun telah memiliki 6 klaster rencana pembangunan industri untuk Ibu Kota Negara yang baru.

WowKeren - RUU Ibu Kota Negara (IKN) diketahui telah disetujui menjadi Undang-Undang (UU). Rencana pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia ke Kalimantan Timur terus pun terus berlanjut. Berbagai rencana pun kini mulai dimatangkan untuk pembangunan Ibu Kota Baru tersebut.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Amalia Adininggar pun menjabarkan ada 6 klaster rencana pembangunan ibu kota baru di Penajam Paser, Kalimantan Timur. Nantinya ibu kota negara baru akan menjadi kota yang cerdas, hijau, modern, berteknologi tinggi dan berstandar internasional. Hal itu sesuai tujuan pembangunan Ibu Kota baru untuk mencapai visi 2045.

"Pembangunan ibu kota negara sebenarnya merupakan bagian dari dari mencapai visi 2045. Motivasi yang kedua adalah ibu kota negara sebagai identitas nasional dimana ini merupakan banchmark," jelas Amalia Adininggar dalam Indonesia Economic Outlook, Jakarta pada Rabu (26/1).

Amalia Adininggar menjelaskan bahwa keenam klaster yang dimaksud adalah industri teknologi bersih, farmasi terintergrasi, industri pertanian berkelanjutan, ekowisata, bahan kimia dan produk kimia dan wilayah rendah karbon.



Bersamaan dengan pembangunan 6 kluster industri tersebut, Ibu Kota Negara yang baru juga akan dilengkapi dengan pengembangan sektor ekonomi di sekitarnya.

"Yang bisa mendorong bergeraknya ekonomi akibat dari ibu kota negara adalah, pembangunan infrastruktur di ibu kota negara sendiri, dan sekitarnya dan termasuk infrastruktur logistik dan pendukung lainnya. Sehingga tidak hanya infastruktur dasar," jelas Amalia Adininggar.

Selain itu,pemerintah juga telah menyiapkan dua wilayah sebagai penopang Ibu Kota Negara yang baru. Dua wilayah tersebut adalah Samarinda dan Balikpapan. Samarinda dan Balikpapan nantinya akan punya porsi yang cukup penting dalam mendukung pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi.

"Samarinda akan sebagai jantung atau pusat sektor energi yang berkelanjutan. Di mana ini nanti akan menjadi basis manufaktur energi terbarukan. Balikpapan akan menjadi otot salah satunya hilirisasi pengolahan migas menjadi produk petrokimia dan lainnya. Kemudian akan menjadi pelabuhan utama provinisi," pungkas Amalia Adininggar.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts