2 Tahun Hidup Bersama Covid-19: Mengenang Pesohor Indonesia Yang Meninggal di Ganasnya Delta Part 2
Pixabay/smooveo
SerbaSerbi
COVID-19 di Indonesia

Pandemi Covid-19 menyebabkan kematian sejumlah pesohor Tanah Air mulai dari penyanyi, aktor hingga politisi. Simak ulasan profil 7 pesohor Indonesia yang meninggal karena Covid-19 yang dikenal karena karya serta kontribusinya.

WowKeren - Pandemi Covid-19 telah menyerang dunia selama lebih dari dua tahun. Kasus positif Covid-19 di Indonesia pertama kali dideteksi pada 2 Maret 2020, sampai tanggal 20 Maret 2022, Indonesia telah melaporkan 5.962.483 kasus positif menempati peringkat pertama terbanyak di Asia Tenggara.

Sementara itu beberapa kali virus Covid-19 telah bermutasi hingga memunculkan varian baru. Hal inilah yang membuat Indonesia harus merasakan beberapa gelombang pandemi Covid-19 mulai dari Varian Alpha, Varian Delta hingga terbaru Varian Omicron. Dari ketiga itu, Varian Delta diketahui lebih cepat menular dan mematikan dibandingkan jenis lainnya.

Riset sejauh ini menyebutkan Covid-19 Varian Delta memiliki tingkat penularan lebih tinggi hingga 40% dibandingkan virus Corona Varian Alpha. Beberapa gejala yang biasa diderita pasien Covid-19 Varian Delta di antaranya demam, mual dan muntah, flu parah, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk, diare dan sakit perut, nyeri sendi, dan hilang selera makan.

Selain itu, Varian Delta dapat menimbulkan komplikasi yang lebih parah pada pasien lansia atau yang memiliki penyakit penyerta sebelumnya, seperti diabetes, hipertensi, atau asma. Varian virus Corona ini juga lebih mudah menginfeksi anak-anak, remaja, dan orang dewasa di bawah usia 50 tahun.


Kondisi tersebut mengakibatkan membludaknya pasien, sampai-sampai banyak pasien di rumah sakit yang ditangani di selasar bahkan hingga di halaman luar rumah sakit. Kurangnya penanganan serta tindakan cepat juga membuat banyak pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri meninggal dunia. Tak hanya petugas kesehatan yang merasa kewalahan, para penggali kubur pun saat itu sempat menyerah karena banyaknya pasien meninggal akibat Varian Delta.

Banyak keluarga yang harus merasa kehilangan, isak tangis dan keluh kesah ramai-ramai dirasakan oleh masyarakat pada saat itu, bisa dibilang puncaknya Delta adalah trauma paling menyakitkan bagi sebagian masyarakat. Kekosongan bahan makanan hampir terjadi di beberapa daerah.

Pada artikel sebelumnya, WowKeren telah membahas soal beberapa pesohor Indonesia yang meninggal ketika awal COVID-19 masuk ke Indonesia, lalu saat Varian Delta dan Omicron masuk ke Indonesia dan yang terakhir artikel mengenai ganasnya Varian Delta Bagian 1.

Kini, tim WowKeren telah merangkum 7 pesohor Indonesia yang harus berpulang setelah berjuang melawan ganasnya Varian Delta Bagian 2. Yuk simak langsung penjelasannya berikut ini.

(wk/tria)

1. Rachmawati Soekarnoputri


Rachmawati Soekarnoputri
Instagram/mahardhika_soekarno

Rachmawati Soekarnoputri yang merupakan putri Presiden pertama RI Soekarno meninggal dunia karena Covid-19 pada Sabtu (3/7/2021). Ia menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat sekitar pukul 06:15 WIB di usia 70 tahun.

Diketahui Rachmawati Soekarnoputri dikabarkan positif Covid-19 dan dilarikan ke rumah sakit pada 26 Juni 2021. Sebelum dirawat karena Covid-19, adik dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri ini punya beberapa riwayat penyakit bawaan seperti darah tinggi, diabetes serta asma.

Semasa hidup, Rachmawati Soekarnoputri pernah menjadi Ketua Gerakan Pemuda Marhaen (GPM), Pengurus Yayasan Bung Karno, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Soekarno. Ia juga sempat mendirikan Partai Pelopor (2002-2012), masuk Partai NasDem (2012-2014) dan terakhir tokoh nasional ini berlabuh di Partai Gerindra hingga tutup usia.

2. Jane Shalimar


Jane Shalimar
Instagram/janeshalimar_1

Jane Shalimar meninggal dunia pada Minggu (4/7/2021) setelah berjuang melawan Covid-19. Aktris sekaligus politisi ini punya gejala berat Covid-19 yakni mengalami sesak napas.

Pihak keluarga sempat kesulitan mendapat kamar untuk perawatan Jane Shalimar karena semua rumah sakit penuh. Jane pun tak mendapat bantuan oksigen saat itu padahal saturasi oksigennya di bawah normal yakni 90-91.

Perjalanan hidup Jane Shalimar selama 41 tahun diawali lewat terjun ke panggung dunia hiburan sebagai model kemudian membintangi sejumlah sinetron. Dalam satu dekade terakhir, Jane terjun ke dunia politik menjadi kader Partai Demokrat dan aktif dalam berbagai lembaga termasuk di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

3. Harmoko


Harmoko

Harmoko meninggal dunia pada Minggu (4/7/2021) di usia 82 tahun karena terpapar Covid-19. Menteri Penerangan di masa kepemimpinan Presiden Soeharto ini dilaporkan tiba di RSPAD Gatot Soebroto pada Minggu (4/7/2021) pukul 20.00 WIB dalam kondisi kesadaran menurun.

Ketika itu Harmoko langsung mendapat perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD), namun beberapa menit berselang yakni pukul 20:22, ia menghembuskan napas terakhirnya. Berdasarkan pernyataan dari putra bungsu Harmoko, Dimas Ajisoko Harmoko, saat terakhir kali almarhum melakukan swab test PCR pada 29 Juni 2021 dinyatakan positif Covid-19.

Harmoko mengawali karier sebagai wartawan hingga kemudian diangkat sebagai Menteri Penerangan pada pemerintahan Soeharto di masa Kabinet Pembangunan IV pada tahun 1983 hingga 1997. Terakhir, Harmoko menjabat sebagai Ketua DPR/MPR periode 1997-1999 yang mengangkat Soeharto selaku presiden untuk masa jabatannya yang ke-7.

4. Novilia Sjafri Bachtiar


Novilia Sjafri Bachtiar
Instagram/noviliahafsah

Ketua Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac dari Bio Farma, dr Novilia Sjafri Bachtiar meninggal dunia pada Rabu (7/7/2021). Sebelum meninggal, almarhumah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Santosa akibat terinfeksi Covid-19.

dr Novilia yang dianggap sangat berjasa dalam penanganan pandemi Covid-19 wafat pada pukul 02.05 WIB di Rumah Sakit Santosa. Jenazah dimakamkan di Cimahi dekat kediamannya dengan menggunakan protokol kesehatan.

Almarhumah merupakan Kepala Divisi Surveilans dan Riset Klinis di PT Bio Farma (Persero) dan turut berjasa dalam riset uji klinis vaksin Sinovac sejak tahun 2020. dr Novilia juga adalah dosen berstatus luar biasa atau tidak tetap di Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran (Unpad).

5. dr. Stefanus Hindriyanto, Sp.P.


dr. Stefanus Hindriyanto, Sp.P.
https://www.alodokter.com

Dokter Stefanus Hindriyanto tutup usia pada Kamis (8/7/2021) sekitar 05.50 WIB setelah berjuang melawan Covid-19. Mendiang dokter spesialis paru-paru ini sempat dirawat di Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Warga Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, mengenal Hindriyanto sebagai sosok yang dermawan. Pasalnya banyak warga yang diberikan pengobatan secara cuma-cuma. "Setau saya, kalau sama warga di desanya tidak pernah menarik biaya. Asalkan pengobatan tidak sampai opname," kata Vitriana, tokoh pemuda Mulur.

Selain bertugas di Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru, dokter Hindriyanto juga membuka klinik spesialis paru. Klinik tersebut berlokasi di belakang kediamannya di Dukuh Sukosari, Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah.

6. Neneng Anjarwati


Neneng Anjarwati
Instagram/nenenganjarwati13_real

Neneng Anjarwati yang merupakan penyanyi dangdut senior di era tahun 1990an dinyatakan positif Covid-19 sebelum meninggal dunia pada Rabu (14/7/2021). Sempat menjalani isolasi mandiri, Neneng akhirnya dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya menurun.

Mendiang Neneng Anjarwati diketahui mengidap penyakit bawaan, yakni diabetes hingga batu ginjal. Jenazah Neneng Anjarwati dimakamkan dengan protokol Covid-19 Di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur.

Di masa hidupnya, Neneng identik dengan kacamata hitam dan bergaya nyentrik. Tak hanya dikenal dengan lagu "Boneka India", beberapa lagu terkenal dari Neneng antara lain seperti "Bulan Diranting Cemara", "Mandi Madu", "Madu Merah" dan "Teras Biru".

7. Neta S Pane


Neta S Pane
Facebook/neta.pane

Neta S. Pane yang merupakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) meninggal dunia karena Covid-19 di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat, pada Rabu (16/6/2021) pukul 10.40 WIB. Mendiang telah dirawat di rumah sakit sejak 5 Juni 2021 lalu.

Ucapan duka atas wafatnya Neta juga disampaikan oleh pihak Kepolisian RI. Pasalnya Neta memang kerap mengamati dan memberikan opini kepada media mengenai dinamika yang ada di Korps Bhayangkara.

Diketahui Neta S. Pane merupakan aktivis dan mantan wartawan Indonesia. Ia pernah menjadi reporter Surat Kabar Harian (SKH) Merdeka di Jakarta tahun 1984. Kariernya di SKH Merdeka cukup cemerlang hingga membuatnya menjadi redaktur pelaksana pada tahun 1991. Neta juga sempat menjadi Wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Jakarta 2002-2004. Ia kemudian menjadi Ketua Presidium IPW sejak 2004 hingga meninggal pada 2021 di usia 56 tahun.

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait