2 Tahun Hidup Bersama Covid-19: Mengenang Pesohor Indonesia Yang Meninggal di Ganasnya Delta Part 1
Pixabay/fernandozhiminaicela
SerbaSerbi

Sejumlah pesohor Tanah Air menjadi korban keganasan COVID-19 varian Delta. Berikut ulasan profil 10 pesohor Indonesia mulai dari musisi, aktor, hingga pejabat institusi pemerintah yang meninggal akibat virus COVID-19 Varian Delta bagian 1.

WowKeren - Sudah sejak dua tahun lalu COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi global. Tepatnya pada 2 Maret 2020, virus SARS-CoV-2 masuk ke Indonesia saat Presiden Jokowi mengumumkan dua pasien terpapar Corona untuk pertama kalinya. Tak ada yang menyangka penyakit ini dapat memakan banyak korban.

Lebih dari 5,8 juta orang dinyatakan positif COVID-19 sejak awal munculnya virus mematikan ini. Beberapa kali juga virus ini telah bermutasi hingga memunculkan varian baru. Hal ini membuat Indonesia harus melalui beberapa gelombang pandemi COVID-19, mulai dari gelombang Varian Alpha pada 2020, gelombang Varian Delta pada 2021, hingga yang terbaru penyebaran Varian Omicron di tahun 2022.

Varian Delta diketahui lebih cepat menular dan mematikan dibandingkan jenis yang lainnya. COVID-19 varian Delta bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada setiap orang. Berbagai gejala COVID-19 akibat infeksi virus Corona varian Delta bisa bersifat ringan hingga berat.

Sejak dilaporkan masuk ke Indonesia pada Mei 2021 dan melonjak di bulan Juni, Kemenkes mencatat total ada 2,5 juta orang yang positif terinfeksi varian Delta dan 94 ribu di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Menurut pakar kesehatan, varian Delta memang tidak berdampak pada keparahan kasus, tetapi pada kecepatan penularan yang akan berisiko bagi orang-orang bergejala berat dan bisa menyebabkan kematian.


Jika pada awal masuknya COVID-19 menyebabkan kelangkaan pada masker dan hand sanitizer. Berbeda ketika Varian Delta mulai mengganas, penimbunan obat-obatan hingga disinfektan yang digunakan untuk isolasi mandiri memicu adanya keterkosongan stok di beberapa daerah. Selain itu, ketersedian sebuah produk susu murni dari salah satu brand juga menjadi yang sangat fenomenal.

Banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan produk tersebut, kondisi ini makin diperparah dengan mulai langkanya pasokan oksigen saat itu. Diketahui jika Varian Delta banyak menyerang paru-paru yang menyebabkan saturasi oksigen pasien yang terpapar cepat menurun hingga batas tidak normal. Hampir sebulan Indonesia menghadapi berbagai antrian akibat melonjaknya kasus positif COVID-19.

Seperti kita ketahui tak hanya masyarakat, munculnya varian Delta, juga membuat sejumlah pesohor Tanah Air menjadi korban keganasan virus yang pertama kali ditemukan di India pada Desember 2020 lalu.

Sebelumnya, WowKeren telah mengenang 11 nama pesohor yang meninggal dunia di awal masuknya COVID-19 ke Indonesia. Terdapat pula 11 pesohor lain yang tutup usia di masa-masa awal masuknya varian Delta dan Omicron.

Kali ini, WowKeren menyusun para sosok terkenal lainnya yang gugur setelah berjuang melawan ganasnya serangan varian Delta dalam 2 bagian. Bagian pertama akan merangkum 10 nama pesohor yang meliputi bukan hanya artis, tapi juga sejumlah tokoh politik. Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

(wk/lara)

1. Fuad Alkhar/Wan Abud


Fuad Alkhar/Wan Abud
Parkit Film

Aktor sekaligus komedian Fuad Alkhar atau yang akrab disapa Wan Abud dikabarkan meninggal dunia pada 18 Juni 2021. Ia mengembuskan napas terakhir setelah dirawat di rumah sakit akibat terpapar COVID-19. Padahal sebelumnya, lelaki 62 tahun itu tidak mengalami sakit yang serius dan hanya merasakan meriang di tubuhnya.

Semasa hidupnya, Wan Abud yang memiliki wajah kearab-araban kerap memerankan tokoh berlogat Arab. Pria berdarah Betawi ini dikenal sebagai pesinetron yang eksis di era 90-an hingga awal 2000-an. Pria yang lahir pada 10 Januari 1959 ini memulai karier dengan debutnya dalam membintangi film "Nona Manis" pada tahun 1990.

Setelah itu, namanya makin bersinar dan main di beberapa judul-judul film lainnya. Tercatat ada 10 judul film yang telah dibintangi Wan Abud semasa hidupnya, termasuk "Catatan Si Boy V" di tahun 1991. Nama Fuad Alkhar juga semakin dikenal setelah membintangi tokoh antagonis di sinetron "Putri Duyung" yang tayang dari 1999 hingga 2004.

2. Gusur Adhikarya


Gusur Adhikarya
Facebook/gusurtop

Tokoh terkenal lainnya yang menjadi korban keganasan virus COVID-19 adalah penulis novel legendaris, Gusur Adhikarya. Ia meninggal dunia pada 18 Juni 2021 di usianya yang ke-59 tahun.

Gusur sendiri dikenal sebagai penulis novel legendaris, yakni Lupus. Tak sendiri, Gusur bersama dua sahabatnya, Hilman Hariwijaya dan Boim Lebon berhasil menulis novel Lupus dalam berbagai seri yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1986.

Karya Gusur lainnya yang tak kalah populer adalah karakter Saras 008 yang diciptakannya di tahun 2000-an. Tak hanya menulis, Gusur juga ikut ambil peran dalam film "Lupus III: Topi-topi Centil". Dari situlah namanya semakin dikenal tidak hanya sebagai aktor atau penulis tetapi juga sebagai seorang sastrawan.

3. Steven Kaligis


Steven Kaligis
Instagram/stevenjam_official

Steven Nugraha Kaligis dikabarkan meninggal dunia pada 22 Juni 2021 di usianya yang ke-47 tahun. Kondisi vokalis band Steven and Coconut Treez ini semakin diperparah karena sakit giinjal yang diidapnya. Sebelum meninggal, hasil tes terakhir Tepeng dinyatakan negatif, sehingga pemakaman pun dilakukan secara normal di TPU Utan Kayu, Jakarta Timur.

Penyanyi yang juga akrab disapa Tepeng ini sudah lama memiliki ketertarikan dengan musik karena ia dilahirkan di keluarga musisi. Ayahnya adalah seorang drummer dan ibunya seorang penyanyi yang populer di Pekanbaru. Ia bahkan sudah memiliki keinginan untuk terjun di dunia musik sejak kelas 2 SMA.

Sebelum menjadi vokalis band Steven and Coconut Treez, Tepeng rupanya pernah membuat sebuah band bernama Scope yang masuk studio rekaman pada 1999. Sayang, band yang beraliran alternative rock itu hanya bertahan hingga 2003 lantaran diputus pihak label. Setelah selama hampir dua tahun vakum, akhirnya Tepeng kembali membuat band bernama Steven and Coconut Treez pada 2005.

4. Mohammad Assegaf


Mohammad Assegaf
http://aklaw.co.id

Pengacara senior Mohammad Assegaf tutup usia pada 22 Juni 2021 karena terinfeksi virus COVID-19. Kabar meninggalnya Assegaf diumumkan secara resmi melalui akun Instagram Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN). Assegaf diketahui telah menderita sakit stroke dan memburuk dalam beberapa hari terakhir karena terinfeksi virus COVID-19.

Selama kiprahnya di dunia penegakan hukum, Assegaf merupakan pengacara kondang yang pernah menjabat sebagai Dewan Pembina Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) pada 1970-an. Selama di YLBHI, pria 81 tahun itu membela kasus-kasus HAM. Namun pada awal 2000, Assegaf justru seperti melawan arus dengan membela mantan Presiden Soeharto menghadapi dugaan korupsi.

Mohammad Assegaf pernah menimbulkan kontroversi lantaran membela beberapa tokoh petinggi yang terlibat dalam kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir. Adapun pada 2008, Assegaf pernah membela Habib Rizieq Syihab dalam kasus kerusuhan di Monas. Di perkara itu Habib Rizieq divonis 1,5 tahun penjara.

5. Edy Oglek


Edy Oglek
Instagram/edyoglek_14

Kabar meninggalna Edy Oglek pertama kali tersiar pada 28 Juni 2021. Sang manajer, Jas, menyebut bahwa artisnya itu meninggal dunia setelah beberapa hari lalu dinyatakan positif COVID-19. Sempat menjalani isolasi mandiri di rumah, kondisi Edy Oglek mendadak drop dan langsung dilarikan ke RSUD Bekasi.

Edy Oglek aktif berkecimpung di dunia hiburan sejak tahun 1984. Sebelum terjun ke dunia hiburan, aktor kelahiran 14 Juli 1966 ini adalah seorang seniman lenong dan pemain teater. Nama Edy Oglek mulai melambung saat dirinya membintangi sinetron "Si Doel Anak Sekolahan". Berkat kepiawaian aktingnya, Edy diajak bergabung dalam sinetron "Tukang Bubur Naik Haji" yang fenomenal.

Talentanya dalam dunia seni peran juga dibuktikan oleh prestasinya. Beberapa penghargaan yang pernah diraih Edy Oglek ialah Pemenang Aktor Komedi Tebaik, Festival Sinetron Indonesia (1997), Pemenang Aktor Pembantu Terpuji, Festival Film Bandung (2004), dan Pemenang Aktor Pembantu Terbaik, Festival Teater Jakarta (2007).

6. Aria Baron


Aria Baron
Instagram/ariabaron

Pendiri band Gigi, Aria Baron meninggal dunia pada 29 Juni 2021. Baron meninggal dunia di usia 51 tahun. Sebelumnya, musisi legendaris ini telah berjuang melawan virus COVID-19 setelah menjalani perawatan medis plasma convalasi. Di mana pengobatan ini membutuhkan bagian plasma darah penyintas COVID-19 yang sudah sembuh.

Armand Maulana vokalis Gigi ikut membantu mencari plasma darah dari penyintas COVID-19 untuk pengobatan Aria Baron. Musisi kelahiran Bandung ini membutuhkan pendonor yang memiliki golongan darah B resus positif. Kondisi Baron bisa dikatakan naik turun pada saat itu. Info terakhir mengatakan bahwa kondisi Baron sempat membaik, namun mendadak kondisinya kembali drop sampai akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Aria Baron turut andil dalam lahirnya band /Rif. Bersama Andi (vokal), Iwan (bas), Abi (gitar), Ade (drum) dan Dwi (keyboard), ia membentuk grup musik yang diberi nama Badai Band. Namun, ia memutuskan hengkang dari band tersebut dan membentuk grup baru di awal '90-an bernama Gigi.

7. Enny Sri Hartati


Enny Sri Hartati
Twitter/ennysh

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati meninggal dunia pada 1 Juli 2021. Enny harus mengaku kalah pada virus COVID-19 setelah dua hari dirawat di rumah sakit. Ia meninggal di usia 50 tahun.

Sebelum menjadi direktur INDEF, Enny tercatat pernah menjadi staf ahli Komisi X DPR RI (2007-2010) dan mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti (1996-2011). Setelah diangkat sebagai direktur INDEF sejak tahun 2011, Enny aktif menulis dan menjadi narasumber pada acara diskusi, seminar, talkshow yang diselenggarakan baik instansi pemerintahan, media, partai politik, BUMN, maupun lembaga swadaya masyarakat.

Sebagai seorang ekonom, Enny Sri Hartati tak ragu memberikan masukan kepada pemerintah demi kesejahteraan masyarakat, terutama terkait makroekonomi dan sektor pertanian. Lahir dan besar di lingkungan pedesaan membuatnya merasakan dan melihat betul penderita para petani. Tak ayal, ia kerap terusik terhadap kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat.

8. Conny R. Semiawan


Conny R. Semiawan
https://ika.unj.ac.id/

Pandemi COVID-19 juga membuat dunia pendidikan Tanah Air berduka. Guru Besar dan juga mantan Rektor IKIP Jakarta (kini telah berubah jadi UNJ) periode 1984-1992, Prof Dr Conny R. Semiawan tutup usia. Ia meninggal di usia 91 tahun pada 1 Juli 2021. Conny dikenal sebagai rektor perempuan pertama di Indonesia.

Setelah selesai tak memangku jabatan sebagai rektor, Conny berkiprah lebih luas di bidang pendidikan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia pernah menjabat Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan selain menjadi rektor. Tidak heran jika kemudian dia diberi penghargaan oleh UNESCO sebagai tokoh yang berjasa di bidang pendidikan di Indonesia tahun 2015 silam.

Selain itu, Conny R. Semiawan rupanya juga pernah bermasalah dengan pemerintah. Ia pernah menjadi editor buku Adik Baru yang diterjemahkan oleh Swanie Gunawan dari buku Peter, Ida, und Minimum karangan Grethe Fagerstrom dan Gunilla Hansson yang menimbulkan kontroversi kemudian dilarang beredar oleh pemerintah.

9. Ki Manteb Sudarsono


Ki Manteb Sudarsono
Instagram/showimah

Dalang legendaris Tanah Air, Ki Manteb Sudarsono, meninggal dunia pada 2 Juli 2021. Pria yang dijuluki "Dalang Setan" itu dikabarkan meninggal setelah terpapar COVID-19, diperparah dengan sakit paru-paru yang diidapnya. Sebelum jatuh sakit dan meninggal dunia, Ki Manteb sempat mengadakan pentas wayang. Namun selesai acara itu, kondisi kesehatannya mulai menurun.

Sebelum berpulang, Ki Manteb terakhir kali menerima penghargaan internasional pada tahun 2017 silam. Penghargaan tersebut adalah Certificate of Remakable Contribution dari organisasi seni tertua di dunia, Union Internationale de la Marionette atau International Puppetery Association (UNIMA).

Tak hanya itu, pada 4 dan 5 Sepetember 2004, Ki Manteb Sudarsono memecahkan rekor dengan mendalang selama 24 jam 28 menit tanpa henti dengan memainkan lakon Baratayudha. Berkat pergelaran ini, Ki Manteb Sudarsono mendapatkan rekor MURI sebagai pergelaran wayang kulit terlama. Hebatnya setelah diperiksa tim dokter, ia dinyatakan dalam kondisi prima.

10. Arief Harsono


Arief Harsono

Salah satu pengusaha top asal Surabaya, Arief Harsono, tutup usia karena positif COVID-19. Ia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 22.00 WIB pada 2 Juli 2021 di RS Adi Husada Kota Surabaya. Arief dikenal sebagai pendiri Samator Group, perusahaan bidang industri konstruksi mekanikal, elektrikal dan perdagangan alat kesehatan.

Samator didirikan pada 1975 di mana klien utamanya adalah perusahaan gas industri swasta nasional maupun asing, termasuk perusahaan BUMN. Selama pandemi ini, Samator menyuplai sebagian besar tabung gas oksigen untuk rumah sakit di Indonesia. Berkat kegigihannya, Indonesia sudah mandiri di bidang oksigen. Sudah menjadi raja di negeri sendiri.

Bahkan sebelum meninggal, Arief bersama beberapa pengusaha lain juga menyumbangkan lima kontainer tabung gas oksigen ke India. Di mata pengusaha lain, pria 67 tahun itu yang juga dijuluki sebagai "Bos Oksigen" menjadi salah satu pahlawan yang berupaya memenuhi kebutuhan oksigen di Indonesia selama pandemic COVID-19.


You can share this post!

Related Posts