HITSfluencer : Derix Mail, Sound Creator yang Bikin Asyik Lewat Musik-Musik Remix
Dokumentasi Derix
Selebriti
HITSfluencer

Dengan keterampilan bermusik, Derix Mail sukses mengguncang media sosial dengan musik-musik yang di remix-nya. Seperti apa keseruan Derix meremix musik? Ini dia cerita selengkapnya!

WowKeren - Bukan rahasia lagi jika musik merupakan hal yang paling krusial digunakan untuk menunjang sebuah konten di media sosial, terutama di TikTok. Karena itulah, para kreator memilih menggunakan musik-musik viral untuk membantu kontennya mendapatkan penonton. Lantas, siapakah sosok dibalik musik-musik viral ini? Jawabannya adalah Mokhamad Chaidhir Ismail. Pria bernama panggung Derix Mail ini kerap kali membuat sound viral dengan keterampilannya melakukan music composing.

Aktif sejak tahun 2020, akun TikTok, @derixmail, kini sudah mengantongi lebih dari satu juta pengikut. Selain itu, pria yang akrab disapa Derix ini juga sukses mengumpulkan lebih dari 19 juta likes. Dengan keterampilan bermusiknya, ia sanggup menciptakan beragam musik-musik yang asyik dinikmati para penonton.


Salah satu konten Derix yang paling populer adalah saat ia melakukan speech composing dari kata-kata lucu Gala Sky, putra aktris Vanessa Angel. Suara Gala yang imut ia padu-padankan sedemikian rupa sehingga menghasilkan musik yang unik namun tetap asyik. Bahkan, videonya ini pun sampai di-notice oleh Fujianti Utami. Tak heran, konten yang baru diunggah pada 6 April 2022 ini sudah mendapatkan lebih dari 17 juta kali penayangan. Fantastis bukan?

Tak hanya melakukan speech composing, beragam genre musik juga sudah pernah di remix oleh Derix. Beberapa remix lengkapnya pun dapat dengan mudah diakses melalui channel YouTube, Derix Mail. Hingga kini, channel YouTube Derix sudah menjaring lebih dari 52 ribu subcribers dengan total dari 11 juta kali penayangan.

Kepada WowKeren untuk rubrik HITSfluencer, Derix secara eksklusif membagikan beragam cerita yang tak pernah diungkapnya ke media sosial. Seperti apa kisah selengkapnya? Intip penuturan Derix berikut ini.

(wk/yoan)

1. Otodidak Pelajari Berbagai Jenis Musik


Otodidak Pelajari Berbagai Jenis Musik
TikTok/derixmail

Ketertarikan Derix di dunia musik sudah bermula sejak ia masih duduk di bangku sekolah. Saat itu, ia menyukai musik-musik rock dan metal hingga bergabung dalam sebuah band. Selanjutnya, ia pun makin mendalami ilmu musik dasar berbekal video-video yang ditonton di YouTube.

"Sejak sekolah sih. Waktu itu kan jaman saya sekolah dulu lagi ramai-ramainya anak band. Dari yang genrenya rock sampai metal itu saya suka. Apapun genrenya saya suka dan pelajari," kenang Derix. "Sebenarnya, basic saya belajar musik itu otodidak, enggak ada les atau pendidikan secara formal. Awalnya dari gitar, akhirnya saya tahu basic-nya dan diaplikasikan ke bass dan piano.Ya basic-nya lah, enggak terlalu jago, tapi basic musiknya paham."

Dengan kemampuan musik dasar, Derix akhirnya mampu menguasai hampir semua alat musik. Tak hanya itu saja, pengetahuannya tentang musik pun makin berkembang berkat kegigihannya mempelajari beragam genre musik seperti House Music, Trap, Funk hingga Koplo. Selanjutnya, ia pun tertarik melakukan remix musik. Biasanya, ia akan melakukan remix pada lagu atau musik yang tengah disukai netizen Indonesia.

"Motivasinya meluapkan hobi saja, enggak ada lagi. Karena memang cita-cita saya dari kecil ingin kerja di bidang musik. Kalau saya lebih suka musik yang orang lain suka," lanjut Derix. "Jadi, saya prinsipnya tetap saya cari lagu yang banyak orang tahu dan senang, kemudian saya remix jadi versi yang berbanding 180 derajat. Saya sukanya yang seperti itu. Ada remixer yang suka remix lagu yang enggak banyak orang tahu. Jadi, akhirnya orang jadi enggak tahu."

2. Dari Karyawan BUMN Sampai Jadi Konten Kreator


Dari Karyawan BUMN Sampai Jadi Konten Kreator
TikTok/derixmail

Sebelumnya, Derix sempat membuat konten-konten tentang musik remix di Instagram dan YouTube. Sayangnya, saat itu masih belum banyak orang yang melirik. Baru kemudian di pertengahan tahun 2020 ketika terjadi pandemi COVID-19, banyak orang berada di rumah dan bersamaan itu aplikasi TikTok sedang ramai-ramainya. Akhirnya, Derix Mail mencoba membuat konten juga di TikTok. Saat itu, ia mengaku hanya iseng membuat konten untuk menyalurkan hobi bermusik di samping kesibukannya sebagai salah satu karyawan di perusahaan BUMN.

"Saya sebenarnya mulai TikTok dari 2020. Enggak banyak yang tahu sebenarnya saya itu kerja di BUMN. Jadi, saya bikin konten itu murni hanya untuk menyalurkan hobi. Karena memang dari dulu sebenarnya hobi saya di musik, ternyata hobinya menghasilkan," ungkap Derix. "Sebelum kerja di BUMN, saya sudah sering bikin konten, di Instagram dan YouTube. Kebetulan, akhir-akhir ini TikTok kan yang lagi ramai."

Derix mengaku bahwa saat pertama kali masuk ke TikTok, unggahannya tak langsung ramai. Ia pun harus mempelajari secara mendalam tentang tren musik yang disukai penonton. Tak hanya itu saja, ia juga menerapkan beragam teknik upload konten. Usahanya ini pun akhirnya membuahkan hasil. Unggahan mengenai membuat musik remix miliknya pun jadi sering viral. Sejak saat itu, ia lantas lebih sering membuat remix dari lagu atau musik yang tengah viral.

"Awal terjun di TikTok itu enggak langsung ramai. Sebelum ramai, saya punya program harus upload sehari tiga kali selama sebulan. Saya menerapkan itu dan ternyata berhasil. Akhirnya, makin kesini jadi satu minggu tiga kali," lanjut Derix. "Sehari tiga kali untuk mencari massa. Kalau sudah dapat, TikTok akan kasih algoritma. Ternyata saya banyak disukai bikin sound. Akhirnya bikin video mengenai bikin sound."

3. Pengalaman Ikuti Ajang Rising Star Indonesia


Pengalaman Ikuti Ajang <i>Rising Star </i>Indonesia
TikTok/derixmail

Untuk menyalurkan hobi bermusiknya, Derix juga sempat mengikuti ajang pencarian bakat Rising Star Indonesia pada awal tahun 2017 lalu. Saat itu, ia tergabung dalam grup duo bernama Fade In. Pada saat itulah, ia akhirnya menemukan nama panggung yang sampai sekarang menjadi identitasnya.

"Dulu sempat saya ikut Rising Star Indonesia di RCTI, waktu angkatannya Andmesh Kamaleng," beber Derix. "Nama panggung yang memberi itu kru-kru dari RCTI. Mereka sering panggil saya Mail. Kalau di tempat saya dipanggilnya Der, Chaidhir kan. Saya juga ngefans sama Martin Garrix. Biar lebih ada nama panggungnya, jadi saya ganti saja, Der jadi Derix. Derix Mail."

Setelah lulus dari Rising Star Indonesia, Derix mengaku makin banjir tawaran kolaborasi bermusik. Hanya saja, dengan berbagai pertimbangan ia pun akhirnya memilih untuk kembali ke kampung halamannya di Pasuruan, Jawa Timur.

4. Sosok Dibalik Musik-Musik Viral TikTok


Sosok Dibalik Musik-Musik Viral TikTok
TikTok/derixmail

Sejauh ini, tak banyak orang tahu bahwa Derix merupakan sosok dibalik sound-sound viral TikTok di tahun 2020. Salah satu sound yang paling legendaris adalah "Papi Chulo Koplo". Di masa jayanya, sound ini bahkan sampai digunakan oleh beberapa selebritis Tanah Air. Ditambah, Derix juga menyebut bahwa "Papi Chulo Koplo" juga banyak membantu para pelaku UMKM untuk memasarkan produk di TikTok. Hingga kini, unggahan "Papi Chulo Koplo" sudah mendapatkan total lebih dari 3,5 juta penonton.

"Yang awalnya ramai itu lagu 'Jare Sopo Aku Nggak Iso', lagu rap. Tapi, puncaknya ramai itu 'Papi Chulo Koplo'. Enggak banyak orang yang tahu kalau itu buatan saya," beber Derix. "Yang paling favorit dan paling membanggakan itu ya 'Papi Chulo Koplo' itu. Soalnya, banyak orang lain yang merasakan efek positifnya dari sound itu."

Saat melakukan remix menggunakan lagu populer, tak jarang Derix mendapatkan notice dari sang penyanyi asli. Selain itu, ia juga kerap kali melakukan speech composing. Pada video ini, ia akan memadu-padankan suara seseorang sedemikian rupa hingga menghasilkan irama yang unik namun tetap asyik.

"Pengalaman menarik ya dinotice sama penyanyi aslinya sih. Pernah juga kemarin speech composing di repost sama Fuji di story-nya dan sempat ramai juga. Sama Ghea Indrawari juga pernah, di-notice dan diposting di story-nya," terang Derix.

5. Remix Tidak Melanggar Hak Cipta


<i>Remix</i> Tidak Melanggar Hak Cipta
TikTok/derixmail

Meski musik remix-nya kerap kali viral dan diapresiasi, namun Derix mengaku masih banyak orang yang salah paham. Mereka mengira jika remix merupakan kegiatan yang melanggar hak cipta sang penyanyi asli. Padahal, hal ini tentu saja tidak benar selama hasil remix lagu tidak dikomersilkan.

"Isu yang berkembang remixer ini melanggar hak cipta. Padahal, mereka itu cuma melakukan remix, enggak mengomersilkan. Bahkan, kalau kita upload di YouTube, aksesnya bagi hasil. Netizen enggak tahu, padahal hal itu adalah cara saya untuk mempromosikan lagu musisi lain," papar Derix. "Tapi, banyak netizen menganggap bahwa ini (remix) merusak lagu atau hak cipta. Jadi, kalau ada penyanyi yang notice mungkin menambah kepercayaan netizen kalau saya juga diakui sama musisinya."

Selain itu, Derix juga mengaku kerap mendapatkan beberapa komentar negatif dari para netizen. Hal ini terjadi saat ia melakukan remix pada lagu-lagu Malaysia. Meski sempat merasa down, ia pun terus memicu semangatnya lagi. Bahkan, baru-baru ini ia mulai mencoba lagi melakukan remix pada lagu Malaysia populer berjudul "Gatal" yang dipopulerkan oleh Janna Nick.

6. Tips Membuat Musik yang Asyik


Tips Membuat Musik yang Asyik
TikTok/derixmail

Untuk membuat musik yang asyik, Derix menyebut bahwa seseorang harus menguasai dasar-dasar musik. Selanjutnya, mulai pelajari dan kuasai satu software yang menunjang kompetensi bermusik. Derix juga menambahkan untuk selalu terbuka mempelajari beragam genre musik, terutama yang paling disukai oleh netizen Indonesia.

"Yang paling utama ilmu dasar-dasar musiknya karena music composing itu enggak harus jago musik, yang penting paham teori. Setelah itu, baru penguasaan software. Jangan menggunakan banyak software, cukup gunakan dan kuasai satu software," saran Derix. "Pelajari semua genre musik yang ada di Indonesia, jangan terlalu indie. Kalau kita bikin yang disukai sama netizen Indonesia, banyak impact-nya nanti. Itu sih kalau tips dari saya."

Agar video menjadi lebih gampang diterima masyarakat, Derix juga berpesan agar sering-sering memerhatikan dan mempelajari formula konten-konten di TikTok. Jangan lupa untuk selalu menikmati proses.

7. Bersyukur Bisa Memberi Dampak yang Positif


Bersyukur Bisa Memberi Dampak yang Positif
TikTok/derixmail

Pada dasarnya, pemilihan sound di TikTok sangat berperan untuk membuat konten makin banyak diminati. Karena itulah, Derix merasa sangat bahagia dan bersyukur jika sound-sound unggahannya bisa memberikan dampak kepada banyak orang.

"Banyak yang berjualan di TikTok menggunakan sound saya, akhirnya laku keras. Saya senang kalau bikin sound, orang lain lebih banyak mendapatkan impact-nya," ujar Derix. "Impian saya, ke depannya ingin sound-sound yang saya bikin lebih banyak memberikan impact lagi untuk orang lain. Karena memang apa sih fungsinya hidup kalau enggak berguna buat orang lain."

Tak hanya remix, dalam waktu dekat Derix berencana untuk segera merilis musik original di Spotify dan beberapa toko musik digital lainnya. Langkah ini diambilnya untuk menjawab tantangan-tantangan dari para netizen. Rencananya, musik ini akan segera dirilis setelah bulan Ramadan mendatang.



You can share this post!