Elon Musk Batal Masuk Dewan Direksi Twitter Meski Jadi Pemegang Saham Terbesar
AP Photo/John Raoux
Dunia

Berita ini disampaikan oleh CEO Twitter Parag Agrawal, namun ia tidak memberikan keterangan lanjut mengenai keputusan Elon Musk untuk batal bergabung dengan dewan direksi.

WowKeren - Beberapa hari lalu telah diumumkan bahwa CEO Tesla Elon Musk akan bergabung dengan direksi Twitter. Namun belum genap seminggu pengumuman itu muncul, Musk kini dilaporkan tidak akan bergabung dengan dewan direksi Twitter.

Namun, miliarder itu tetap menjadi pemegang saham terbesar Twitter. Berita ini disampaikan oleh CEO Twitter Parag Agrawal, yang mengikuti tweet Musk akhir pekan yang menyarankan kemungkinan perubahan pada Twitter, termasuk membuat situs bebas iklan.

"Penunjukan Elon ke dewan akan menjadi efektif secara resmi pada 4/9, tetapi Elon berbagi pada pagi yang sama bahwa dia tidak akan bergabung dengan dewan," tulis Agrawal. "Saya yakin ini yang terbaik."

Agrawal tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai keputusan Musk. Sebelumnya, Musk memposting beberapa tweet samar Minggu (10/4) malam, termasuk satu yang menunjukkan meme yang mengatakan, "Sejujurnya, Yang Mulia, klien saya dalam mode goblin."


Musk sekarang memiliki 9 persen saham di Twitter. Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana dia mungkin mencoba untuk membentuk kembali platform media sosial sebagai pemegang saham terbesar Twitter.

Agrawal tidak memberikan penjelasan mengenai keputusan Musk tersebut, meskipun dia memberikan satu petunjuk utama. "Dewan Twitter percaya memiliki Elon sebagai fidusia perusahaan, di mana dia, seperti semua anggota dewan, harus bertindak demi kepentingan terbaik perusahaan dan semua pemegang saham kami, adalah jalan terbaik ke depan," tulisnya.

Musk memiliki 81 juta pengikut di Twitter, menjadikannya salah satu tokoh paling populer di platform, menyaingi bintang pop seperti Ariana Grande dan Lady Gaga. Tetapi cuitannya yang produktif terkadang membuatnya mendapat masalah, seperti ketika dia menggunakannya untuk mempromosikan usaha bisnisnya, menggalang loyalis Tesla, hingga mempertanyakan langkah-langkah pandemi.

Musk telah menggambarkan dirinya sebagai "kemutlakan kebebasan berbicara" dan mengatakan dia tidak berpikir Twitter memenuhi prinsip kebebasan berbicara. Namun apa yang sebenarnya mendorong keterlibatan Musk di Twitter tidak jelas.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait