Potret Reuni Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae In Usai 'Snowdrop' Buat Netizen Syok
Disney+
Selebriti

'Snowdrop' menceritakan kisah cinta antara Im Soo Ho (Jung Hae In), mata-mata Korea Utara dan Eun Young Ro (Jisoo), mahasiswi yang ayahnya pimpinan agen pemerintah.

WowKeren - Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae In memang berhasil menunjukkan chemistry luar biasa ketika membintangi drama "Snowdrop". Wajar saja jika para penggemar drama JTBC itu masih susah move on dan masih memasangkan keduanya.

Untungnya belum lama ini, para pemain "Snowdrop" kembali berkumpul dalam sebuah sesi wawancara dan komentar yang diadakan JTBC. Salah satu pemain yakni Jung Eugene sempat mengunggah potretnya bersama Jisoo dan Jung Hae In.

Foto langka Jung Hae In dan Jisoo ini langsung disambut bahagia penggemar yang awalnya syok tak percaya keduanya secepat ini reuni kembali. "Aku sangat syok ketika menyadari bahwa (potret) ini nyata," tulis seorang netizen.

"Jisoo dan Jung Hae In terlihat seperti pasangan sungguhan. Mereka memiliki fitur yang mirip dan cocok," imbuh lainnya. "Kupikir itu photoshop tapi ternyata nyata. Sekarang aku gelisah sepanjang malam," imbuh netizen lain.



Potret Reuni Jisoo dan Jung Hae In Usai \'Snowdrop\' Buat Netizen Syok

Source: Naver

"Snowdrop" sendiri menceritakan kisah cinta Im Soo Ho (Jung Hae In), mata-mata Korea Utara dan Eun Young Ro, mahasiswi jurusan bahasa Inggris yang ayahnya pimpinan agen pemerintah. Drama ini ditutup dengan akhir menyedihkan karena Im Soo Ho meninggalkan dalam pangkuan Eun Young Ro

"Snowdrop" memiliki total 16 episode dengan rating dikisaran 1-3 persen. Sad ending dari drama ini membuat banyak yang berharap Jisoo dan Jung Hae In akan kembali beradu akting dalam drama komedi romantis.

"Snowdrop" sepanjang penayangan sudah menuai banyak komentar negatif dari penonton Korea Selatan yang menganggap drama ini meromantisasi mata-mata Korea Utara dan memberikan imej apik untuk agen pemerintahan kejam tahun 1987.

Sementara itu, "Snowdrop" bahkan sempat dilaporkan ke pihak berwajib untuk dihentikan penayangannya. Namun Pengadilan Distrik Barat Seoul menolak permintaan tersebut karena menganggap publik tidak mudah diracuni oleh distorsi sejarah semacam itu.

(wk/amal)


You can share this post!


Related Posts