Sony Rugi Triliunan Usai Tolak Tiongkok Hapus Adegan Patung Liberty di 'Spider-Man: No Way Home'
imdb
Film

Pihak berwenang Tiongkok dilaporkan telah meminta studio untuk menghapus landmark dalam film tersebut serta menghilangkan gambar yang dianggap terlalu patriotik.

WowKeren - "Spider-Man: No Way Home" Sony telah diakui menjadi film yang sangat sukses selama pandemi dengan pendapatan yang fantastis. Namun, pendapatan itu akan jauh lebih besar jika film yang dibintangi oleh Tom Holland itu juga dirilis di bioskop Tiongkok.

"Spider-Man: No Way Home" Sony diperkirakan bisa mendulang pendapatan mencapai 2 miliar dolar AS di box office global jika dirilis di bioskop Tiongkok. Namun, menurut Puck News, film itu tidak pernah dirilis di Negeri Tirai bambu karena Sony dan Marvel Studio menolak permintaan dari otoritas setempat untuk melakukan perubahan pada film tersebut.

Petualangan Spider-Man terjadi di New York City, yang merupakan tempat di mana Patung Liberty berada. Versi modifikasi dari landmark, di mana Lady Liberty memegang perisai Captain America, ditampilkan secara mencolok dalam film tersebut.

Urutan pertarungan utama dan satu-satunya bagian dari film di mana semua Spider-Man dan penjahat dari setiap film muncul berada di lokasi itu. Namun, pihak berwenang Tiongkok telah meminta studio untuk menghapus landmark dalam film tersebut.



Menurut NextShark, mereka kemudian mengubah permintaan mereka dan meminta studio untuk menghapus gambar yang dianggap terlalu patriotik. Ini termasuk bidikan di mana Spider-Man berdiri di atas mahkota Patung Liberty.

Pihak berwenang juga dilaporkan menyarankan untuk meredupkan beberapa pemandangan ini agar landmark tersebut tidak terlalu terlihat. Tentu saja, Sony menolak tuntutan mereka. Alhasil hingga kini, film tersebut belum dirilis di Tiongkok.

CNBC melaporkan bahwa film tersebut berpotensi menghasilkan 170 juta hingga 340 juta dolar AS (2,4 triliun hingga 4,9 triliun rupiah) dalam penjualan dari Tiongkok saja. Meski begitu, film tersebut mencapai 1,84 miliar di box office tanpa rilis di Negeri Tirai Bambu.

Ini rupanya bukan pertama kalinya Sony menolak permintaan pihak berwenang Tiongkok untuk menyensor film mereka. Menurut New York Post, Sony sebelumnya menolak permintaan untuk menghapus penggambaran kontroversial mendiang Bruce Lee di "Once Upon A Time In Hollywood".

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts