Tiongkok Bantah Isu Tangguhkan Penerbitan Paspor Hingga Batalkan Kartu Kependudukan Asing
Dunia
Pandemi Virus Corona

Tiongkok hingga saat ini masih bersikeras menerapkan lockdown guna menahan penyebaran COVID-19. Di samping itu, beredar kabar Tiongkok menangguhkan paspor dan membatalkan kartu kependudukan asing.

WowKeren - Belum lama ini, beredar kabar mengenai bahwa Tiongkok menangguhkan penerbitan paspor dan kartu tempat tinggal untuk tinggal di luar negeri sedang dibatalkan. Namun hal ini lantas dibantah oleh pihak Otoritas Tiongkok.

Otoritas Tiongkok mengatakan bahwa pihaknya masih menyediakan layanan untuk perjalanan yang diperlukan ke luar negeri. Hal ini disampaikannya pada Jumat (13/5).

Administrasi Imigrasi Nasional (NIA) dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pejabat pun diketahui telah segera memproses sertifikat untuk orang yang perlu bepergian ke luar negeri untuk hal-hal yang diperlukan dan mendesak seperti studi, penelitian ilmiah, perdagangan dan bisnis dan masalah medis.

Lebih lanjut, NIA pun menanggapi apa yang telah dikatakan sebagai "laporan media asing" yang secara keliru mengatakan bahwa agensi tersebut telah menangguhkan penerbitan paspor dan membatalkan kartu tempat tinggal yang dikeluarkan oleh negara asing untuk warga negara Tiongkok yang memenuhi syarat untuk tinggal di luar negeri dengan memotong sudut.


Pernyataan dari media asing itu disebut mencuat mengikuti pengumuman NIA pada Kamis (12/5), bahwa mereka akan "membatasi ketat" perjalanan ke luar negeri yang tidak perlu oleh warga negara Tiongkok guna meminimalkan risiko kebangkitan kasus COVID-19 yang disebabkan oleh infeksi di antara pelancong internasional.

"Masih ada ketidakpastian besar dalam perkembangan pandemi dan risiko besar terinfeksi selama perjalanan ke luar negeri," jelas NIA dalam pernyataan yang dipublikasikan di media sosial, Jumat (13/5). "Orang-orang di negara ini harus terus tidak bepergian ke luar negeri untuk tujuan yang tidak perlu dan tidak mendesak."

Sementara itu, perjalanan ke luar negeri dari Tiongkok disebut menjadi lebih sulit dengan pembatalan penerbangan yang sering dan pembatasan perjalanan di daerah-daerah dengan wabah COVID-19 domestik. Pasalnya, Tiongkok hingga kini masih bersikeras pada langkah-langkah ketat, termasuk penguncian seluruh kota.

Di samping itu, Tiongkok disebut juga telah menangguhkan penerbitan paspor umum untuk perjalanan yang dianggap tidak perlu. Sebagaimana diketahui, pada Februari lalu, NIA mengatakan belum melanjutkan penerbitan atau memperbarui paspor untuk wisata rekreasi.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts