Alasan Pemerintah Buka 6 Bandara Tambahan Sebagai Pintu Masuk ke Indonesia
Pixabay
Nasional
Menuju Endemi COVID-19

Selain bandara, pemerintah juga menambah pos lintas batas negara (PLBN) yang dibuka untuk jalur darat. Antara lain Nanga Badau di Kalimantan Barat, Motamasin di Nusa Tenggara Timur (NTT), Wini di NTT, Skouw di Papua, dan Sota di Papua

WowKeren - Pemerintah membuka tambahan enam bandara internasional sebagai pintuk masuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) di Indonesia. Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, tambahan pembukaan bandara tersebut dilakukan untuk mendukung program haji mulai 4 Juni hingga 15 Agustus 2022 mendatang.

Adapun enam bandara tambahan yang dibuka untuk PPLN antara lain Sultan Iskandar Muda di Aceh, Minangkabau di Sumatera Barat, Sultan Mahmud Badaruddin II di Sumatera Selatan, Adisumarmo di Jawa Tengah, Syamsuddin Noor di Kalimantan Selatan, Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Kalimantan Timur.

"Untuk mendukung operasional program haji yang akan dibuka dari tanggal 4 Juni-15 Agustus 2022," tutur Wiku dalam konferensi pers di Jakarta.

Tak hanya bandara, pemerintah juga menambah pos lintas batas negara (PLBN) yang dibuka. Antara lain Nanga Badau di Kalimantan Barat, Motamasin di Nusa Tenggara Timur (NTT), Wini di NTT, Skouw di Papua, dan Sota di Papua



"Sebagai tambahan sebagai penyesuaian protokol kesehatan selama perjalanan dalam dan luar negeri, maka diimbau utnuk tidak berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan di seluruh moda transportasi," papar Wiku.

Lebih lanjut, Wiku mengingatkan bahwa dengan adanya relaksasi maka aturan menjaga jarak alias social distancing juga akan semakin berkompromi. Untuk itu, diperluka upaya untuk menghindari potensi penularan semaksimal mungkin, salah satunya adalah dengan tidak berbicara untuk menghindari penyebaran droplet di tempat tertutup seperti moda transportasi.

"Walau saat ini pemerintah gencar melakukan relaksasi, namun prinsip kehati-hatian akan tetap diperhatikan," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah juga memberikan sejumlah pelonggaran pembatasan COVID-19, termasuk di antaranya menghapuskan kebijakan tes PCR bagi para pelaku perjalanan dari luar negeri. Atas hal ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meyakini kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) akan melonjak.

Budi pun memproyeksikan dalam beberapa waktu ke depan, turis asing yang berkunjung ke Bali akan naik berkali-kali lipat. Ia menuturkan dari satu negara saja, yakni Singapura misalnya, penerbangan ke Bali akan mencapai 10 kali dalam sehari.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts