Selain Kemungkinan Wabah Cacar Monyet, Spanyol Juga Hadapi Gelombang Panas Intensitas Luar Biasa
Unsplash/Igor Oliyarnik
Dunia
Waspada Suhu Panas

Suhu di beberapa wilayah bagian selatan Spanyol diperkirakan akan melebihi 42 derajat Celcius pada Sabtu (21/5). Gelombang panas juga akan membuat langit berdebu dan meningkatkan risiko kebakaran hutan.

WowKeren - Spanyol baru saja mengeluarkan peringatan nasional terkait kemungkinan wabah cacar monyet usai 23 orang dilaporkan menunjukkan gejala virus tersebut. Tak hanya itu, Spanyol rupanya juga bersiap untuk menghadapi gelombang panas alias heatwave dengan "intensitas luar biasa".

Suhu di beberapa wilayah bagian selatan Spanyol diperkirakan akan melebihi 42 derajat Celcius pada Sabtu (21/5). Gelombang panas juga akan membuat langit berdebu, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan kondisi terik yang lebih sering terlihat di musim panas daripada pertengahan Mei.

Badan Meteorologi Spanyol, Aemet, memperingatkan bahwa negara tersebut akan menghadapi "salah satu bulan Mei terpanas dalam beberapa tahun terakhir". Menurut Aemet, massa udara panas dan kering bertiup dari Afrika, membawa debu dari Sahara dan suhu harian yang "sangat tinggi" antara 10 derajat Celcius dan 15 derajat Celcius di atas rata-rata musiman.

"Pembaruan terakhir pada model meteorologi mengkonfirmasi intensitas luar biasa dari gelombang panas ini," ujar juru bicara Aemet, Rubén del Campo. "Untuk Spanyol secara keseluruhan, ini bisa menjadi gelombang panas Mei yang paling intens dalam 20 tahun terakhir baik dari segi suhu maksimum dan minimum. Jumat dan Sabtu akan menjadi hari terpanas secara umum dan, meskipun akan ada penurunan suhu yang signifikan pada hari Minggu di sepertiga barat semenanjung, itu bisa menjadi hari terpanas di beberapa bagian sisi timur Spanyol dan di pulau-pulau Balearic."



Peramal cuaca mengatakan suhu di lembah Guadalquivir Andalusia dapat melewati angka 40 derajat Celcius pada hari Jumat (20/5), dan melebihi 42 derajat Celcius pada hari Sabtu. Bahkan saat panas telah mereda di tempat lain, mungkin masih ada wilayah bersuhu 40 derajat Celcius atau lebih di timur laut lembah Ebro. Hal itu merupakan "sesuatu yang belum pernah terjadi di daerah itu pada bulan Mei".

Del Campo juga mengingatkan orang-orang tentang "risiko ekstrim" kebakaran hutan di wilayah selatan, tengah dan timur laut. Ia juga memperingatkan soal awan debu calima oranye.

"Ini akan menjadi episode ekstrem dan risiko yang datang dengan suhu tinggi akan menjadi penting di banyak daerah," katanya. "Hal lain yang harus diwaspadai adalah debu di udara, yang dapat menyebabkan calimas di selatan dan timur semenanjung, dengan langit keruh dan jarak pandang berkurang. Konsentrasi debu di udara itu bisa meningkat pada hari Jumat dan Sabtu di semenanjung dan pulau-pulau Balearic saat udara datang dari Afrika utara membawa debu dari Sahara. Itu lagi-lagi akan menyebabkan penurunan kualitas udara."

Pemerintah Spanyol lantas mengaktifkan rencana nasional untuk suhu berlebih pasca pernyataan Aemet tersebut. Mereka menyarankan orang-orang untuk tetap terhidrasi dan mengenakan pakaian tipis. Anak-anak, wanita hamil, orang tua dan orang dengan sakit kronis disebut harus tetap diawasi.

Sebagai informasi, Spanyol mencatat suhu tertinggi pada Agustus lalu, ketika merkuri di kota Andalusia, Montoro, mencapai 47,4 derajat Celcius.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts