Najwa Shihab kirim pesan mendalam serta doa untuk keluarga Ridwan Kamil usai Eril sang putra dinyatakan meninggal dunia, kenang nasib pilu serupa pernah kehilangan seorang putri.
- Septi Fatmawati
- Jumat, 03 Juni 2022 - 16:22 WIB
WowKeren - Emmiril Khan Mumtadz putra dari gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat dinyatakan hilang di sungai Aare, Swiss. Pencarian Eril sudah dilakukan selama beberapa hari belakangan ini namun sayang masih belum membuahkan hasil. Kini keluarga mulai mengikhlaskan dan meyakini jika Eril telah meninggal dunia. Keluarga Ridwan Kamil kemudian menyampaikan hal tersebut kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat dalam pertemuan pada Kamis (2/6) malam di Kantor MUI Jabar.
Kabar Eril dinyatakan meninggal dunia sontak menjadi kabar duka yang menyayat hati seluruh lapisan masyarakat Indonesia saat ini. Ungkapan duka cita lantas mengalir deras termasuk dari kalangan selebriti seperti Najwa Shihab.
Najwa Shihab, melalui akun Instagram miliknya, mengunggah potret saat keluarga Ridwan Kamil duduk di pinggiran sungai Aare. Najwa yang selalu mengikuti perkembangan pencarian Eril bahkan terus berharap dan menantikan kabar baik dari sana.
“Teh Atalia dan Kang Emil,” ucap Najwa Shihab mengawali. “Sejak kabar hanyutnya Eril mencuat, setiap hari saya terus mencari dan menunggu kabar terbaru tentang pencarian Eril. Dan bukan hanya saya saja, jutaan orang lain juga melakukannya. Kami terkejut, tercekat, was-was dan sedih sekaligus berharap semoga ada kabar baik dari Sungai Aare.”
Namun tentu kini kesedihan keluarga Ridwan Kamil saat harus mengikhlaskan Eril ikut dirasakan oleh banyak orang termasuk dirinya. Terlebih surat yang dituliskan istri Ridwan Kamil saat pamit untuk kembali ke Indonesia, turut membuat hati Najwa Shihab remuk membacanya.
Najwa Shihab mengatakan kesedihan keluarga Ridwan Kamil saat ini begitu besar yang tak terbayangkan oleh siapapun. Ia pun meyakini setiap orang bisa turut merasakan kesedihan akan kehilangan tersebut.
Seperti dirinya yang bahkan pernah mengalami nasib pilu serupa kehilangan seorang putri. Namun Najwa Shihab percaya jika takdir itu ada pada setiap orang dengan kalender masing-masing yang sudah ditakdirkan Tuhan.
“Saya pernah kehilangan seorang putri. Setiap orang juga pernah — setidaknya akan — mengalami kehilangannya sendiri-sendiri. Kita semua punya kalender yang pada salah satu tanggalnya telah disuratkan gilirannya masing-masing,” ujar Najwa Shihab. “Bermilyar-milyar kehidupan pernah hadir dan pergi di bumi ini. Kita hanya sebutir pasir dari hamparan yang tak terpermanai itu. Bersama orang-orang tercinta, kita semua pernah membentuk istana pasir, dan kita tahu pada akhirnya — cepat atau lambat — istana pasir itu akan kita berikan kepada samudera.”
Melanjutkan pesan mendalam itu, Najwa Shihab lantas menyampaikan simpati dan doanya untuk keluarga Ridwan Kamil. Ia mendoakan kekuatan dan ketabahan bagi keluarga saat ini.
“Simpati dari saya dan jutaan orang lain tentu tak bisa menawarkan kepedihan. Kami hanya bisa berdoa semoga kekuatan dan ketabahan itu masih memadai untuk melewati hari-hari kehilangan yang mungkin tak akan singkat ini. Peluk dari jauh untuk Teh Atalia, Kang Emil dan Zara. Nana,” tutup Najwa Shihab.
(wk/sept)