Mantan Penyanyi Thailand Punya Bisnis Baru, Koleksi Wajah Orang Meninggal
pixabay.com/Ilustrasi/Jeaneves
SerbaSerbi

Menurut Jill, setiap kulit wajah berasal dari orang-orang yang sukses dalam karier seni drama Thailand mereka. Jill memastikan bahwa kulit-kulit ini tidak diambil dengan kekerasan.

WowKeren - Setelah pensiun dari dunia hiburan, tak sedikit selebriti atau musisi yang merambah ke bidang lain untuk memulai bisnis. Namun, bisnis yang dilakukan oleh seorang mantan bintang pop asal Thailand ini bukan bisnis biasa.

Jakkapong "Jill" Karnsomphot dengan saudara kembarnya Jakkaphan "Jack" Karnsomphot, mengumpulkan kulit wajah kering orang mati yang dulunya berkuasa dan dihormati di komunitas mereka saat mereka hidup.

Jack-Jill sudah lama berhenti memainkan musik mereka. Tapi mereka kembali menjadi sorotan minggu ini ketika netizens berbagi gambar dan video dari 20 kulit wajah kering orang mati di media sosial.

Jakkapong, atau Jill rupanya memulai bisnis jual beli jimat Thailand yang berbeda dengan saudaranya ketika mereka mengakhiri karier musik mereka. Secara kebetulan, dia menerima 20 kulit wajah mati secara kebetulan dari seorang pria misterius berusia 91 tahun bernama Pong.


Dia bertemu dengan pria itu di Ayutthaya, di Thailand tengah, pada tahun 2009. Mereka bertemu karena Pong terlibat dalam dunia seni pertunjukan Thailand.

Jill mengatakan setiap kulit wajah diyakini suci dan dapat membawa keberuntungan bagi siapa saja yang berdoa atau memilikinya. Adapun Kulit-kulit itu milik orang-orang yang tampil di dunia teater dan diturunkan dari generasi ke generasi.

Bahkan ada beberapa di antaranya yang berusia lebih dari 100 tahun. Anggota keluarga Pong tidak tahu bagaimana cara berdoa kepada mereka dan tidak ingin menyimpan mereka. Pong pun memberikan kulitnya kepada Jill sebelum dia meninggal.

Menurut Jill, setiap kulit wajah berasal dari orang-orang yang sukses dalam karier seni drama Thailand mereka. Jill memastikan bahwa kulit-kulit ini tidak diambil dengan kekerasan. Mereka memberikan persetujuan mereka sebelum mereka meninggal bahwa mereka akan mengorbankan kulit wajah mereka untuk digunakan sebagai jimat suci bagi kerabat dan pengikut mereka.

Jill mengatakan bahwa dia menghubungi Departemen Seni Rupa ketika dia mengambil alih kepemilikan kulit tersebut tetapi seorang pejabat mengatakan kepadanya bahwa tidak ada informasi dalam database negara bagian. Berbekal informasi itu, dia memutuskan untuk menyimpannya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts