Pemprov DKI Siapkan Strategi Cegah Penyebaran Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, Kenali Ciri-Cirinya
Unsplash/Jan Kopřiva
Nasional

Sebelumnya, Menkes Budi menyampaikan bahwa subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah masuk ke RI. Pemprov DKI pun menyiapkan strategi pencegahan penyebaran subvarian baru Omicron tersebut.

WowKeren - Kasus COVID-19 di Indonesia belum lama ini dilaporkan mengalami kenaikan. Dalam kenaikan ini, dilaporkan ada 500 kasus COVID-19 yang dilaporkan.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa kasus mutasi SARS-CoV-2 Omicron baru yakni subvarian BA.4 dan BA.5 sudah menyebar di sejumlah daerah di Indonesia sejak Mei 2022 lalu.

Mengetahui dua subvarian Omicron tersebut telah memasuki Indonesia, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria lantas mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan varian baru COVID-19 tersebut. Ia pun mengatakan sebetapapun baiknya fasilitas dan tenaga kesehatan, masyarakat harus tetap mewaspadainya.

"Yang paling penting betapapun baiknya fasilitas maupun sumber daya manusia tenaga nakes, yang paling penting adalah masyarakat itu sendiri, kami minta untuk lebih waspada dan hati-hati menyikapi ini," ujar Riza di Krakatau Grand Ballroom, Jakarta Timur, Sabtu (11/6).

Lebih lanjut, Riza juga memastikan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan tetap melakukan pencegahan agar tidak terjadi penyebaran kasus subvarian Omicron tersebut. Sebagaimana diketahui, saat ini sudah ada 4 kasus COVID-19 varian baru yang ditemukan di Indonesia.


"Dan Dinkes sudah melakukan langkah-langkah upaya pencegahan preventif, prinsipnya kami Pemprov dengan segala sumber daya yang ada kami terus melakukan upaya pencegahan dan siap ya," jelas Riza.

Sementara itu, Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan bahwa BA.4 dan BA.5 kemungkinan lebih cepat menyebar dibandingkan dengan BA.1 dan BA.2. Tak hanya itu, dua subvarian baru itu diduga juga telah lolos dari perlindungan kekebalan yang disebabkan oleh infeksi varian Omicron.

Meski demikian, Syahril mengatakan bahwa tidak ada indikasi yang menyebabkan gejala lebih parah dibandingkan dengan varian Omicron lainnya. "Ini memiliki kemungkinan dia bisa menghindar, lolos dari perlindungan yang sudah ada pada seseorang yang sudah divaksinasi ataupun melalui kekebalan alamiah yang didapat," ungkap Syahril dalam konferensi pers virtual, Jumat (10/6).

Terkait dengan ciri-cirinya, Profesor kedokteran penyakit menular dari Northwestern, dr Michael Angarone menyakini bahwa BA.4 dan BA.5 mirip dengan varian COVID-19 lainnya, sehingga untuk gejala yang ditimbulkan pun mulai dari demam, batuk, hingga kelelahan, serta hilangnya rasa atau bau.

Sementara untuk gejala kurang umumnya adalah sakit tenggorokan, sakit kepala, sakit dan nyeri, diare, ruam pada kulit, atau perubahan warna jari tangan atau kaki, serta mata merah atau iritasi.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait