Nama Presiden Brasil Ikut Terseret dalam Kasus Kematian Jurnalis yang Hilang di Amazon
Instagram/jairmessiasbolsonaro
Dunia

Phillips diketahui sedang mengerjakan sebuah buku tentang pembangunan berkelanjutan di Amazon dengan Pereira sebagai pemandunya, ketika mereka tiba-tiba hilang.

WowKeren - Kasus kematian jurnalis Inggris Dom Phillips dan pakar Pribumi Bruno Pereira di belantara Amazon masih menjadi misteri. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan turut mengecam pembunuhan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Phillips yang merupakan kontributor The Guardian dan Pereira hilang pada 5 Juni di bagian terpencil hutan hujan yang penuh dengan penambangan, penangkapan ikan dan penebangan ilegal, serta perdagangan narkoba. Lalu pada Rabu (15/6), seorang tersangka membawa polisi ke tempat di mana dia telah menguburkan mayat mereka.

Amarildo da Costa de Oliveira mengatakan dia telah menguburkan mayat di dekat kota Atalaia do Norte, tempat kedua orang itu pergi. Sisa-sisa manusia yang digali dari situs itu tiba di Brasilia kemarin malam untuk diidentifikasi oleh para ahli.


Phillips diketahui sedang mengerjakan sebuah buku tentang pembangunan berkelanjutan di Amazon dengan Pereira sebagai pemandunya, ketika mereka tiba-tiba hilang. Sedangkan Pereira, telah menerima beberapa ancaman dari penebang dan penambang di tanah adat yang terisolasi.

Kasus ini juga menyeret nama Presiden Brasil Jair Bolsonaro, ketika Greenpeace Brazil menuduh kematian itu adalah akibat langsung dari agenda presiden untuk Amazon, yang membuka jalan bagi kegiatan predator dan kejahatan. Phillips dan Pereira hilang di sebuah tempat yang disebut Lembah Javari.

Lembah itu terletak di perbatasan dengan Peru dan Kolombia. Selain menjadi rumah bagi sekitar 20 kelompok pribumi yang terisolasi, daerah tersebut juga kerap dijadikan sebagai tempat penyelundup narkoba, penebang, penambang dan nelayan ilegal beroperasi. "Dalam tiga tahun terakhir, negara kita semakin menjadi tanah di mana satu-satunya hukum yang sah adalah 'apa saja boleh,'" kata Greenpeace.

"Ini telah menjadi tanah invasi dan perampasan tanah, pertambangan dan pembalakan liar, konflik teritorial, dan di mana siapa pun layak untuk dibunuh untuk memastikan bahwa tidak satu pun dari kegiatan kriminal ini dicegah," tegas Greenpeace. "Semua ini didorong oleh tindakan dan kelalaian pemerintah Brasil."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait