Konflik Ukraina-Rusia Terus Berlanjut, Inflasi di Zona Euro Capai Rekor 8,6 Persen
Unsplash/Maryna Yazbeck
Dunia

Ekonomi terbesar dunia menghadapi tingkat inflasi tertinggi selama 40 tahun karena dampak dari pandemi COVID-19 yang mengganggu rantai pasokan global dan serangan Rusia ke Ukraina yang menaikkan biaya energi.

WowKeren - Inflasi di zona euro alias 19 negara yang bermata uang euro telah melonjak ke rekor baru 8,6 persen pada bulan Juni 2022. Hal ini salah satunya disebabkan oleh konflik Rusia dan Ukraina yang menambah biaya krisis hidup.

Data badan statistik Uni Eropa, Eurostat, menunjukkan bahwa inflasi harga konsumen meningkat dari 8,1 persen pada bulan Mei. Angka tersebut mencapai level tertinggi sejak pencatatan yang relevan dimulai pada 1997, dua tahun sebelum euro diluncurkan.

Bank Sentral Eropa yang merencanakan kenaikan pertama suku bunga selama 11 tahun akhir bulan ini turut mendapat tambahan tekanan. Pasalnya, snapshot terbaru menunjukkan harga energi naik pada tingkat tahunan hampir 42 persen pada bulan Juni, dibandingkan dengan 39 persen pada bulan Mei.

"Ini mungkin hari yang sulit bagi pembuat kebijakan ECB, dengan inflasi tahunan sebesar 8,6 persen lebih dari empat kali target 2 persen – tetapi bahkan lebih sulit bagi konsumen berpenghasilan rendah menghadapi 40 persen kenaikan harga energi," ujar Alastair George yang merupakan kepala strategi investasi di firma riset keuangan Edison Group.


Adapun lonjakan inflasi terjadi ketika perang Rusia dan Ukraina menaikkan harga minyak dan gas grosir di seluruh benua. Rumah tangga juga menghadapi kenaikan tajam dalam harga makanan, alkohol dan tembakau, dengan tingkat inflasi tahunan hampir 9 persen.

Kemudian harga barang industri non-energi naik 4,3 persen tahun ini, naik dari tingkat tahunan 4,2 persen di bulan Mei. Sementara inflasi jasa sedikit menurun dari 3,5 persen di bulan Mei menjadi 3,4 persen di bulan Juni.

Di sisi lain, ekonomi terbesar dunia menghadapi tingkat inflasi tertinggi selama 40 tahun karena dampak dari pandemi COVID-19 yang mengganggu rantai pasokan global dan serangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina yang menaikkan biaya energi. Namun, Inggris mengalami serangan inflasi yang lebih parah daripada ekonomi utama lainnya dan perlambatan ekonomi yang lebih buruk.

Inflasi di Inggris mencapai 9,1 persen di bulan Mei. Angka tersebut di atas tingkat rata-rata untuk zona euro dan tertinggi di kelompok G7.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts