Salah satu adegan di episode 3 'Extraordinary Attorney Woo' membuat netizen Korea Selatan malu. Adegan apa itu dan apa alasannya? Berikut penjelasan lengkapnya.
- Eva Lestari
- Jumat, 08 Juli 2022 - 14:59 WIB
WowKeren - Drama "Extraordinary Attorney Woo" yang tayang di Netflix dan ENA tengah menjadi sorotan berkat alurnya yang menarik dan penuh makna. Drama ini viral karena menceritakan kisah mengharukan tentang seorang pengacara autis bernama Woo Young Woo (Park Eun Bin).
Woo Young Woo digambarkan sebagai seorang pengacara muda yang mengidap sindrom Asperger, gangguan mental dan saraf yang tergolong dalam gangguan spektrum autisme. Orang dengan kondisi ini mengalami gangguan kemampuan dalam berkomunikasi dan interaksi sosial, meski masih memiliki kecerdasan dan kemampuan berbahasa yang baik.
Meski demikian, Woo Young Woo mampu bergabung dengan sebuah firma hukum besar yang bernama Hanbada. Karena IQ-nya yang tinggi yaitu 164, dia memiliki ingatan yang mengesankan dan proses berpikir yang kreatif.
Drama ini banyak dipuji karena menggambarkan penderita spektrum autisme dengan sangat rinci dan realistis. Ceritanya menjadi semakin menarik saat tim produksi menunjukkan bagaimana masyarakat Korea memperlakukan penyandang disabilitas.
Dan melalui karakter Woo Young Woo, pemirsa akhirnya belajar tentang kemanusiaan dan betapa berat kehidupan yang mereka jalani. Hal itu tercermin dengan baik di setiap episode, termasuk di episode 3 yang tayang pada Rabu (6/7) lalu.
Di episode tersebut, Woo Young Woo berurusan dengan seorang klien yang juga memiliki spektrum autisme. Dia didakwa dengan pembunuhan usai menyerang kakak laki-lakinya yang sedang mabuk dengan fatal.
Di adegan berikutnya, baik pembaca berita maupun netizen sama-sama memojokkan klien Woo Young Woo. Mereka menyayangkan kematian almarhum karena statusnya sebagai mahasiswa kedokteran di universitas bergengsi.
Woo Young Woo kemudian membaca beberapa komentar kebencian yang ditulis netizen untuk kliennya. Seorang netizen berkata, "Seorang mahasiswa kedokteran meninggal dan seorang cacat tetap hidup. Bukankah ini kerugian bagi seluruh negeri?". "Orang cacat tahu mana yang benar dan salah, kirim dia ke penjara," imbuh yang lain.
"Ada orang cacat yang tinggal di apartemenku dan aku takut setiap kali naik lift bersamanya," kata yang lain. "Kamu tidak bisa membiarkan orang-orang ini lolos begitu saja. Kali ini, hukum mereka," timpal yang lain.
Adegan tersebut rupanya berhasil "menampar" masyarakat dengan sangat keras. Pemirsa merasa bahwa drama ini merupakan cerminan dari kehidupan nyata, sehingga mereka yang pernah memperlakukan penyandang disabilitas dengan buruk merasa sangat malu.
"Aku pikir komentar seperti itu benar-benar ada. Komentarnya sangat realistis. Adegan ini membuatku merasa sangat malu," ujar seorang netizen. "Setelah menonton Woo Young Woo, aku berpikir keras. Jika ada artikel seperti itu, meskipun aku tidak menulisnya sendiri, aku mungkin telah membacanya dan memiliki pemikiran seperti mereka," imbuh yang lain.
"Masyarakat kita sama. Lihat komunitas online manapun dan kalian akan melihat komentar yang meremehkan mereka yang kurang beruntung. Bahkan di komunitas perguruan tinggi, mahasiswa menunjukkan prasangka terhadap jurusan tertentu atau latar belakang siswa. Inilah realita negara kita," sahut netizen yang lain dan masih banyak lagi.
Sementara itu, "Extraordinary Attorney Woo" tak hanya sukses di Netflix, namun juga berhasil menjadi drama dengan rating tertinggi di jaringan ENA. Apa kalian menyaksikan drama ini?
(wk/eval)