Keputusan MA AS dalam mencabut hak aborsi memicu aksi protes dari sejumlah kelompok. Menanggapi aksi protes dari kelompok pro aborsi, Biden mempertimbangkan aborsi sebagai darurat kesehatan masyarakat.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 11 Juli 2022 - 16:55 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, Mahkamah Agung Amerika Serikat (MA AS) telah mencabut hak konstitusional untuk aborsi. Hal ini lantas memicu respons keras dari kelompok yang pro atas perbuatan aborsi.
Bahkan, Presiden AS Joe Biden saat ini diketahui tengah mempertimbangkan untuk menyatakan aborsi sebagai darurat kesehatan masyarakat karena negara-negara Republik melarang prosedur medis setelah Roe vs. Wade dibatalkan. Hal ini diketahui merupakan permintaan beberapa orang di Partai Demokrat dan aktivisnya.
Saat disinggung mengenai hal tersebut, Biden mengatakan bahwa ia mengarahkan tenaga medis pemerintahannya untuk melihat "apakah saya memiliki wewenang untuk melakukan itu dan apa dampaknya." Tanggapan Biden ini disebut muncul satu hari setelah ratusan pengunjuk rasa Women's March melakukan aksi di luar Gedung Putih menuntutnya menggunakan hak istimewa eksekutifnya untuk melindungi akses ke aborsi.
Sementara itu, beberapa negara bagian yang dipimpin Partai Republik diketahui telah bergerak untuk melarang aborsi sejak Mahkamah Agung mencabut perlindungan federal untuk prosedur medis dengan membatalkan keputusan penting tahun 1973 Roe vs. Wade bulan lalu.
Tidak hanya melakukan aksi demo, Presiden dan Kepala Eksekutif Pusat Hak Reproduksi, Nancy Northup bahkan telah meminta Biden dalam sebuah opini yang diterbitkan oleh "The Washington Post" pada 30 Juni 2022 lalu, untuk segera mengumumkan darurat kesehatan masyarakat untuk aborsi.
"Deklarasi akan didasarkan pada konsekuensi kesehatan yang merugikan yang terdokumentasi dengan baik dari akses terbatas ke perawatan aborsi, yang mencakup komplikasi dan kematian ibu yang terkait dengan kehamilan, persalinan, dan metode aborsi yang tidak aman," ujar Northup dalam keterangan tertulis, dilansir dari UPI, Senin (11/7).
Selama konferensi pers di Washington, DC pada Jumat (8/7) lalu, Direktur Dewan Kebijakan Gender Gedung Putih, Jen Klein mengatakan bahwa sementara mereka mencari semua opsi untuk melindungi akses ke aborsi, menyatakannya sebagai darurat kesehatan masyarakat tidak "Sepertinya pilihan yang bagus."
"Ketika kami melihat kedaruratan kesehatan masyarakat, kami belajar beberapa hal. Pertama, tidak membebaskan banyak sumber daya," jelas Klein. "Itulah yang ada dalam dana darurat kesehatan masyarakat dan hanya ada sedikit uang, puluhan ribu dolar di dalamnya. Itu juga tidak melepaskan otoritas hukum yang signifikan. Makanya kami belum mengambil tindakan itu."
(wk/tiar)