Tiongkok Beri Sanksi ke 7 Pejabat Taiwan yang Dianggap Dukung Separatisme
pixabay/ilustrasi/glaborde7
Dunia

Kantor berita negara mengatakan jika ketujuh orang itu dilarang memasuki daratan Tiongkok maupun Hong Kong dan Makau. Mereka juga dilarang bekerja dengan pejabat dari Tiongkok.

WowKeren - Tiongkok mengambil langkah tegas terhadap para pejabat Taiwan yang dianggap mendukung kemerdekaan pulau itu. Sebanyak tujuh pejabat Taiwan telah dimasukkan ke dalam daftar hitam atas dugaan dukungan mereka untuk kemerdekaan pulau yang diperintah sendiri itu.

Mengutip juru bicara Kantor Kerja Taiwan dari Partai Komunis yang berkuasa, kantor berita negara Xinhua mengatakan jika ketujuh orang itu dilarang memasuki daratan Tiongkok maupun wilayah Hong Kong dan Makau. Mereka juga dilarang bekerja dengan pejabat dari Tiongkok.

Salah satu di antara tujuh pejabat yang menjadi sasaran Beijing adalah Bi-khim Hsiao, perwakilan Taiwan di Amerika Serikat. Xinhua melaporkan "langkah-langkah hukuman" diperlukan untuk "menjaga perkembangan damai hubungan lintas-Selat dan kepentingan langsung rakyat di kedua sisi Selat".

Tiongkok mengklaim bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayahnya dan bahkan tak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk menguasai wilayah tersebut. Pemberian sanksi ini mendapat reaksi keras dari Kementerian luar negeri Taiwan, yang mengatakan bahwa pulau itu adalah negara demokrasi yang tidak dapat diganggu oleh Tiongkok.


Reuters melaporkan juru bicara kementerian Joanne Ou berbicara kepada wartawan, "Terlebih lagi, kami tidak dapat menerima ancaman dari sistem otoriter dan totaliter."

Sebagaimana diketahui, Tiongkok telah meningkatkan tekanan terhadap Taiwan akhir-akhir ini, terlebih sejak kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi pada awal Agustus. Negara yang dipimpin oleh Xi Jinping itu melakukan beberapa hari latihan perang di sekitar pulau itu dan menarik kerja sama dengan AS di sejumlah bidang, termasuk yang terkait iklim.

Amerika Serikat adalah pendukung terbesar Taiwan dan terikat oleh hukum untuk memberi pulau itu sarana untuk mempertahankan diri. Di lain sisi, negara itu juga mempertahankan hubungan diplomatik dengan Beijing.

Tiongkok melanjutkan latihan militernya pada Senin (15/8) ketika sekelompok legislator AS mengunjungi Taipei dan akan bertemu dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Taiwan mengatakan 23 juta orang di pulau itu harus menjadi orang yang menentukan masa depan mereka.

(wk/zodi)

You can share this post!

Artikel Terkait