Tergolong Penyakit Psikologis, Simak Dampak Serius Perilaku Klepto Yang Tak Boleh Diremehkan
Shutterstock/Monthira
SerbaSerbi

Kleptomania adalah penyakit psikologis yang tak boleh diremehkan. Kenali sejumlah dampak negatif perilaku kleptomania berikut guna menjadi pengingat untuk selalu berhati-hati.

WowKeren - Kleptomania adalah penyakit psikologis yang tak boleh disepelekan. Perilaku ini tak bisa disamakan dengan kasus pencurian pada umumnya. Faktor pemicu kleptomania dan kasus pencurian demi keuntungan pribadi juga sangat berbeda.

Bila tak cepat diatasi, penyakit ini dapat berpengaruh serius pada fungsi kehidupan seseorang. Penderitaan dan persoalan imbas perilaku kleptomania perlahan akan muncul seperti konsekuensi hukum atau risiko dikucilkan oleh sekitar. Pendapat itu dibenarkan oleh terapis kesehatan mental Eric Patterson.


"Kleptomania adalah kondisi kejiwaan serius yang dapat berdampak besar pada fungsi dan kehidupan seseorang. Gangguan tersebut tidak hanya dapat menyebabkan penderitaan yang signifikan, tetapi juga dapat mengakibatkan konsekuensi hukum yang serius bagi orang yang tertangkap mencuri," kata Eric.

Selain masalah hukum dan sosial, kleptomania juga memiliki dampak serius lain yang tak boleh disepelekan. Penasaran apa saja? Tak perlu menunggu lama, yuk langsung simak dalam artikel WowKeren berikut ini.

(wk/Sisi)

1. Dipidana


Dipidana
Unsplash/Tingey Injury Law Firm

Risiko paling serius yang muncul akibat perilaku kleptomania adalah pidana. Penderita pasti akan menerima konsekuensi hukum bila ketahuan melakukan aksi pencurian. Kondisi ini membuat pelaku memiliki catatan kriminal yang buruk. Psikolog Kendra Cherry membenarkan hal tersebut.

"Kleptomania tidak berbahaya, tetapi sangat bisa mempengaruhi hidup Anda. Orang dengan kondisi ini sering menghadapi konsekuensi hukum jika ketahuan. Karena bentuk pencurian apapun tak dibenarkan oleh aparat hukum," terang Kendra.

2. Kehilangan Pekerjaan


Kehilangan Pekerjaan
Pexels/THIS IS ZUN

Dampak serius lainnya adalah penderita berisiko kehilangan pekerjaan akibat perilaku kleptomania. Tak cuman kehilangan karier, penyakit ini juga berisiko merusak hubungan Anda dengan teman atau keluarga. Psikiatris bersertifikat Benjamin Troy. M.D membenarkan pendapat itu.

"Risiko pencurian kompulsif yang paling nyata adalah kehilangan pekerjaan atau rusaknya hubungan yang berharga. Orang-orang sekitar kemungkinan juga akan menjauh usai mengetahui perilaku Anda," kata Benjamin.

3. Imej Buruk


Imej Buruk
Unsplash/Markus Spiske

Apapun alasannya, aksi pencurian tak dibenarkan. Mereka yang ketahuan mencuri biasanya akan menerima sanksi sosial berupa citra yang buruk di mata publik. Begitupun juga dengan perilaku kleptomania yang berisiko merusak imej penderitanya.

Bila sudah begitu, orang lain sulit menaruh kepercayaan pada penderita kleptomania. Kondisi ini hanya akan membuat penderita kleptomania tertekan dan munculah masalah kesehatan mental seperti depresi, stres bahkan trauma.

4. Rasa Malu Berkepanjangan


Rasa Malu Berkepanjangan
Unsplash/Ivan Aleksic

Perilaku kleptomania juga menyebabkan masalah emosional. Mereka yang ketahuan mencuri tentu akan malu dan merasa bersalah. Kondisi itu tak jarang terjadi secara berkepanjangan lantaran citra pelaku yang terlanjur buruk di mata publik. Renee Deveney aktivis yang peduli dengan masalah kesehatan mental menyetujui pandangan itu.

"Jika tidak diobati, kleptomania dapat mengakibatkan masalah emosional. Misalnya, Anda tahu mencuri itu salah tetapi Anda merasa tidak berdaya untuk menahan dorongan hati, sehingga Anda mungkin didera oleh rasa bersalah, malu, membenci diri sendiri, dan terhina," kata Renee.

5. Bunuh Diri Atau Melukai Diri Sendiri


Bunuh Diri Atau Melukai Diri Sendiri
Unsplash/Nick Fewings

Sementara, dampak paling berbahaya dari perilaku kleptomania adalah risiko munculnya keinginan untuk mengakhiri atau melukai diri sendiri. Kondisi ini biasanya muncul usai penderita tertekan dengan sanksi sosial yang mereka dapat. Para ahli dari Cleveland Clinic menyampaikan kemungkinan tersebut.

"Orang dengan kleptomania memiliki risiko lebih tinggi untuk melukai diri sendiri dan pikiran atau upaya bunuh diri. Kondisi itu muncul usai penderita tak mampu menahan cacian atau tekanan imbas perilaku mereka," jelas ahli dari Cleveland Clinic.

6. Muncul Perilaku Menyimpang Lain


Muncul Perilaku Menyimpang Lain
Unsplash/Vinicius "amnx" Amano

Beberapa penelitian menemukan bahwa kleptomania berisiko memicu perilaku menyimpang lain seperti penyalahgunaan zat, alkohol bahkan narkoba. Dr. Bonnie Bullock, PhD menjelaskan risiko itu muncul lantaran penderita kleptomania cenderung memiliki pengendalian impuls yang rendah.

"Kleptomania sering muncul bersamaan dengan kondisi lain juga. Orang dengan kondisi ini mungkin rentan terhadap penggunaan zat, alkohol bahkan narkoba serta gangguan lain yang terkait dengan kontrol impuls," terang Dr. Bonnie.

7. Timbul Masalah Finansial


Timbul Masalah Finansial
Unsplash/Towfiqu barbhuiya

Dampak terakhir yang mungkin terjadi akibat kleptomania adalah timbulnya masalah finansial. Risiko kehilangan pekerjaan membuat penderita kleptomania kesulitan untuk kembali mencari sumber penghasilan. Disamping memiliki catatan kriminal, kepercayaan publik akan turut memudar.

Kondisi di atas menyebabkan pelaku kesulitan mencari pekerjaan dan masalah finansial seperti utang piutang atau tagihan perlahan muncul. Penderita yang terlibat pidana biasanya juga memerlukan biaya hukum yang tak sedikit. Kerugian-kerugian itulah yang kemudian membuat pelaku mengalami kesulitan biaya.

Itu dia 7 dampak negatif yang tak boleh disepelekan akibat dari perilaku kleptomania. Bila Anda menemukan rekan terdekat memiliki gejala kleptomania, segera minta pertolongan profesional agar tak terjadi hal serius di kemudian hari. Sampai jumpa di next artikel. See you!

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait