Hanung Bramantyo Ungkap 'Miracle in Cell No. 7' Tak Bisa Dibuat Seperti Film Aslinya, Ini Alasannya
Instagram/miracleincellno7movie
Film
Miracle In Cell No 7 Versi Indonesia

Indonesia diketahui telah me-remake salah satu film terlaris Korea yakni 'Miracle in Cell No. 7'. Film versi Indonesia ini pun digarap oleh sutradara kawakan Hanung Bramantyo.

WowKeren - Salah satu film laris dari Korea Selatan yakni "Miracle in Cell No. 7" telah dibuat dalam versi Indonesia yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Akan tetapi Hanung menyebut bahwa ada perbedaan dari segi cerita antara versi Indonesia dengan yang aslinya.

Dalam acara konferensi pers yang digelar di kantor Falcon Pictures pada Rabu (31/8) kemarin, Hanung menerangkan mengenai perbedaan tersebut di hadapan kreator aslinya yakni Lee Hwan-kyung dan Kim Min-ki dan awak media. Ia pun menyampaikan bahwa film "Miracle in Cell No. 7" versi Indonesia tidak bisa dibuat seperti film aslinya.

Hanung lantas membeberkan salah satu faktor utama yang membedakan adalah musim dingin, yang mana menjadi alasan terjadinya kisah tersebut. Kemudian adapula perbedaan dari latar belakang karakter yang menjadi konflik tersebut, di mana anak yang menjadi korban adalah anak perempuan dari kepala Kepolisian Korea.


"Kalau di Korea kan battle-nya dengan anak kepala polisi, kalau di sini kan susah bayanginnya kayak anak Kapolri atau anak Propam," ujar Hanung. "Ya kita bayangin apa yang aman ya anak ketua partai."

Kemudian, Hanung menambahkan bahwa ide awal ceritanya itu ia ingin menyuguhkan pertarungan antara seorang ayah dan ibu. Ia menilai hal ini merupakan konflik yang akan menjadi lebih menarik, akan tetapi ide ini rupanya diurungkan lantaran takut dianggap menghina salah satu wanita yang menjadi ketua partai.

Meski terdapat perbedaan anatara film "Miracle in Cell No. 7" versi asli dengan Indonesia, namun hal ini tetap mendapat sambutan hangat dari kreator film aslinya. Keduanya bahkan tak sungkan untuk memuji karya Hanung itu dan mengaku sudah tidak sabar untuk menyaksikannya.

Tidak hanya sekadar memuji, keduanya bahkan menyebut terharu dengan film versi Indonesia itu, dan meyakini bisa melampaui film aslinya. "Saya percaya film ini bisa sukses dan melampaui film Korea setelah melihat trailernya. Saya pun merasa terharu," ungkap Lee selaku sutradara film Korea Selatan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait