Buku Harian Winter Aespa Waktu Masih SD Terbongkar, Curhatannya Soal 'Kepalsuan'
Twitter/aespa_official
Selebriti

Secara mengejutkan, buku harian Winter aespa membuat penggemar tertawa karena ceritanya ketika masih SD yang menjadi kisah tidak terlupakan bagi idola satu ini.

WowKeren - Momen masa kecil Winter aespa kembali terungkap. Winter menilai isi dari buku hariannya terlalu lucu sehingga ia membagikan momen ini lewat aplikasi fans berbayar, Bubble pada 8 September.

Beberapa tulisan buku harian Winter sukses memberikan cerita lucu. Pasalnya, buku harian alias diary pribadi itu dibuat ketika Winter masih kelas 3 SD.

Secara khusus, dalam buku harian yang berjudul "Senin Palsu" ini menceritakan bagaimana Winter yang berusia 10 tahun menceritakan rutinitasnya yaitu bangun pagi untuk bersiap ke sekolah. Karena terlalu semangat, Winter mulai curiga karena tidak melihat siapa pun di sekolahnya.

"Judul : Senin Palsu. Aku bangun jam 8 hari ini. Aku pikir hari ini adalah hari Senin, jadi aku segera mandi, berganti pakaian, dan mengemasi tasku ketika ibuku bertanya ke mana aku akan pergi. Jadi aku bilang kalau pergi ke sekolah, dan ibuku menyuruhku pergi ke sana sebagai lelucon," tulis Winter yang masih kecil kala itu.

"Aku membuka pintu dan berangkat ke sekolah. Tapi tidak ada orang di sekitar. Aku berhenti di snack bar di depan sekolah. Tidak banyak orang, jadi aku mengeluarkan ponsel di tasku dan menelepon ibuku. Ibuku mengatakan bahwa saat itu hari Minggu," tulisnya.


Photo-INFO

Sumber: Kpopstarz

Winter menuliskan tentang betapa malunya ia mengetahui bahwa berangkat sekolah ketika sedang libur. "Aku sangat malu sehingga aku berlari. Aku kehabisan napas ketika sampai di rumah dan tiba-tiba aku merasa mengantuk dan tidur lagi. Ketika aku bangun, hari sudah siang. Sangat lucu sampai aku masih memikirkannya," tulisnya kemudian.

Cerita singkat itu nyatanya membuat penggemar tidak bisa menahan tawa mereka. Apalagi di bagian ketika ibunya justru mengerjai Winter dengan menyuruhnya pergi ke sekolah.

Di dalam buku harian berikutnya, Winter akhirnya menuliskan tanggalnya dan dengan manis memamerkannya kepada gurunya. "Kamis ke-18. Guru, aku menulis tanggalnya," tulis Winter yang ditujukan agar gurunya memperhatikan.

Banyak yang menyetujui jika pengalaman Winter tersebut sangat kocak. Mereka tidak dapat membayangkan bagaimana Winter mendeskripsikan keadaannya dengan sepenuh hati ini.

(wk/taki)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait