Orangtua Harus Waspada, Ini 8 Tanda yang Ditunjukkan Anak Saat Jadi Korban Child Grooming
Pexels/Pixabay
SerbaSerbi

Dalam artikel kali ini, WowKeren akan menunjukkan beberapa tanda yang diperlihatkan anak saat menjadi korban child grooming. Apa saja itu? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

WowKeren - Child grooming menjadi salah satu isu serius yang menjadi sorotan banyak pihak karena belakangan ini semakin marak terjadi. Child grooming sendiri merupakan upaya yang dilakukan oleh predator seksual untuk melecehkan anak-anak, baik secara offline maupun online.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku biasanya akan berusaha memanipulasi korban untuk mendapatkan kepercayaan mereka. Mirisnya, kebanyakan pelaku adalah orang dekat yang berstatus sebagai keluarga, kerabat, tetangga hingga guru para korban.


Sayangnya, masih banyak korban child grooming yang enggan buka suara. Ada banyak faktor yang membuat anak-anak merahasiakan pelecehan yang dialaminya. Mereka biasanya ketakutan karena diancam oleh pelaku, malu hingga merasa tak diinginkan jika fakta ini terungkap.

Karena itulah child grooming ibarat puncak gunung es yang jika terungkap hanya terlihat bagian ujungnya saja. Padahal, anak yang menjadi korban pelecehan bisa mengalami banyak dampak buruk baik secara fisik maupun psikologis.

Oleh sebab itu, Anda sebaiknya waspada jika anak-anak menunjukkan perilaku tak biasa. Meski enggan mengungkapkannya, anak-anak korban child grooming akan menunjukkan beberapa perilaku aneh yang patut diwaspadai. Apa sajakah itu? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

(wk/eval)

1. Tunjukkan Perubahan Fisik dan Perilaku


Tunjukkan Perubahan Fisik dan Perilaku
Pexels/cottonbro

Di antara tanda yang dialami anak usai mengalami child grooming adalah terjadinya perubahan fisik dan perilaku. Beberapa anak bisa menderita sejumlah masalah kesehatan seperti merasa nyeri dan gatal pada area sensitif hingga memiliki luka memar di bagian yang tersembunyi.

Selain itu, anak tiba-tiba memiliki kebiasaan menghisap jempol dan mereka kesulitan menjawab saat ditanya alasannya. Jika anak sudah menunjukkan berbagai perilaku tersebut, orangtua wajib waspada sebab mereka kemungkinan telah menjadi korban pelecehan seksual dan child grooming.

2. Memperlihatkan Perilaku Seksual


Memperlihatkan Perilaku Seksual
Pexels/Ahmed akacha

Anda juga harus waspada jika anak tiba-tiba memperlihatkan perilaku seksual secara terang-terangan. Pasalnya, beberapa korban child grooming akan mempraktikkan tindakan seksual saat sedang bermain dengan mainannya.

Selain itu, korban child grooming juga akan melakukan masturbasi yang berlebihan dan memiliki ketertarikan yang cukup besar terhadap aktivitas seksual. Ini adalah hal yang cukup mengganjal, sehingga jangan pernah ragu untuk menanyakan apa yang terjadi pada anak Anda.

3. Menarik Diri dari Pergaulan


Menarik Diri dari Pergaulan
Pexels/RODNAE Productions

Tanda lain yang ditunjukkan oleh anak saat menjadi korban child grooming adalah menarik diri dari pergaulan. Mereka tidak begitu menyukai lingkungan yang ramai, sehingga mereka akan menghindar dan menyendiri di tempat yang sepi.

Korban biasanya mengembangkan hubungan yang sangat dekat dengan orang yang lebih tua, sehingga mereka "tak lagi merasa cocok" dengan teman seusianya. Pada akhirnya, mereka menarik diri dari pergaulan dan ingin menghabiskan banyak waktu berdua dengan orang dewasa yang telah merebut kepercayaannya.

4. Jadi Lebih Tertutup


Jadi Lebih Tertutup
Pexels/Pixabay

Anak yang mengalami child grooming akan menjadi lebih tertutup dari sebelumnya. Mereka merasa bingung, malu dan takut untuk menceritakan pelecehan yang dialaminya. Hal itu akan semakin parah jika mereka telah diancam oleh pelaku.

Beberapa korban bahkan sering melewatkan pelajaran, les, tugas hingga kegiatan rutin yang biasa dijalaninya. Jika situasi ini terus terjadi, anak bisa mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem seperti jadi mudah kesal, cemas berlebihan hingga depresi.

5. Membicarakan Orang Baru di Luar Circle Pertemanan


Membicarakan Orang Baru di Luar Circle Pertemanan
Pexels/Mikhail Nilov

Anak memiliki kecenderungan membicarakan teman baru di luar lingkaran sosial normal mereka. Mereka juga kerap dijemput oleh teman maupun orang dewasa di jalan, bukan di rumahnya.

Pada saat yang sama, intensitas hubungan anak dan orangtua akan semakin berkurang. Ini karena anak telah mendapatkan "pemahaman khusus" bahwa pelaku bisa memberikan cinta dan perhatian dengan cara berbeda seperti yang ditunjukkan oleh orangtua mereka.

6. Sulit Konsentrasi


Sulit Konsentrasi
Pexels/Monstera

Psikologis anak yang mengalami pelecehan akan terganggu, sehingga mereka akan sulit berkonsentrasi di setiap kegiatan. Mereka akhirnya tidak fokus saat belajar dan nilainya di sekolah akan mengalami penurunan.

Meski sangat halus, tanda ini tetap harus diperhatikan oleh orangtua. Dekati anak Anda dan ajak mereka berbicara dengan cara yang lembut. Setelah anak merasa nyaman, tanyakan apa yang sebenarnya terjadi agar Anda bisa mengambil langkah yang tepat.

7. Sering Membawa Pulang Hadiah atau Uang


Sering Membawa Pulang Hadiah atau Uang
Pexels/Any Lane

Seperti yang dijelaskan dalam artikel sebelumnya, salah satu cara yang dilakukan pelaku child grooming untuk mendapatkan kepercayaan korban adalah dengan melakukan pendekatan. Biasanya pelaku akan mengajak anak berbicara hingga memberikan hadiah dan uang pada mereka.

Oleh sebab itu, Anda harus waspada jika anak sering membawa pulang hadiah atau tiba-tiba memiliki uang dalam jumlah besar. Tanyakan pada anak dari mana mereka mendapatkan semua itu dan segera ambil tindakan yang tepat jika Anda merasa ada yang tidak beres.

8. Trauma Berkepanjangan


Trauma Berkepanjangan
Pexels/Tran Long

Jika tak segera diberi pertolongan, anak yang menjadi korban child grooming akan mengalami trauma berkepanjangan. Karena merasa takut dan malu, mereka akhirnya menanggung semua penderitaannya sendiri. Hal ini bisa menyebabkan trauma berkepanjangan, bahkan ketika anak sudah tumbuh dewasa.

Kesedihan mendalam, kecemasan hingga merasa tidak berharga akan terus melekat dalam diri korban child grooming. Kondisi ini bisa membuat anak mengalami depresi dan gangguan stres pasca trauma (PTSD). Mirisnya, beberapa korban child grooming juga berpotensi menjadi pelaku pelecehan.

Nah itu dia delapan tanda yang ditunjukkan anak saat menjadi korban child grooming. Dalam artikel selanjutnya, WowKeren akan memberikan beberapa tips untuk mencegah terjadinya child grooming. Stay tune ya.

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait