Efek Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Minta Hentikan Liga 1 Hingga Dilakukan Evaluasi Menyeluruh
BPMI Setpres
Nasional
Tragedi Kanjuruhan

Permintaan evaluasi disampaikan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Ketua PSSI Mochamad Iriawan dan Kapolri Jendera Pol Listyo Sigit Prabowo.

WowKeren - Lebih dari 100 orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10). Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) meminta evaluasi menyeluruh usai tragedi tersebut.

Permintaan evaluasi disampaikan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan dan Kapolri Jendera Pol Listyo Sigit Prabowo. Hal ini dalam melakukan pelaksanaan pertandingan sepak bola di Indonesia.

"Saya juga telah perintahkan kepada Menpora, Kapolri dan Ketum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh pelaksanaan pertandingan sepakbola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraannya," kata Presiden Jokowi dalam keterangannya, Minggu (2/10).

Jokowi juga meminta Kapolri untuk mengusut tuntas tragedi memilukan ini. Tak hanya itu, Jokowi juga menegaskan untuk liga 1 Indonesia harus ditunda untuk sementara waktu. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan semula hendak menghentikan kompetisi selama sepekan.


"Khusus kepada Kapolri saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini. Untuk itu saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan," ucap Jokowi.

Sebelumnya, Polda Jatim menyebut ada 127 orang yang meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, tadi malam. Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Pertandingan dimenangkan Persebaya Surabaya.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengungkapkan bahwa dua di antara korban meninggal adalah anggota Polri dan sebanyak 34 korban meninggal di rumah sakit dan sisanya tewas di stadion. "Lalu ada 13 mobil yang rusak. 10 di antaranya mobil dinas Polri dan juga ada mobil pribadi," lanjutnya.

Kapolda Nico membeberkan bahwa tragedi ini terjadi karena rasa kecewa suporter Arema karena kalah dari Persebaya di kandang sendiri. Para suporter kemudian turun ke tengah lapangan untuk pelampiasan kemarahan.

(wk/dewi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait