Ahli Sebut Latihan Renang YA ke Mendiang Putra Tamara Tyasmara Menyimpang
Instagram/tamaratyasmara
Selebriti

Saksi dan ahli baru-baru ini diperiksa terkait kematian Dante, putra Tamara Tyasmara dan Angger Dimas. Selain pelatih renang, guru sekolah Dante juga membongkar fakta mengejutkan.

WowKeren - Penyelidikan kasus kematian Dante, putra Tamara Tyasmara dan Angger Dimas masih terus berlangsung. Penyidik Polda Metro Jaya baru-baru ini telah memeriksa pelatih renang dari PB Akuatik, Albert Sutanto, sebagai ahli.

Sebuah fakta pun terungkap. Albert menyebut latihan pernapasan yang dilakukan oleh YA, mantan kekasih Tamara, terhadap Dante menyimpang alias tidak sesuai dengan prosedur.

Hal ini diungkap Albert usai ia memberikan penilaian berdasarkan rekaman CCTV berdurasi 2 jam 32 menit yang diperlihatkan oleh penyidik. Menurut Albert, latihan menahan napas dalam air untuk jangka waktu lama hanya dapat dilakukan untuk latihan menyelam, bukan berenang.

"Enggak ada prosedur yang benar yang dilakukan oleh saudara Yudha itu," kata Albert saat ditemui di Polda Metro Jaya, pada Kamis (22/2). "Kalau untuk belajar berenang itu tidak ada menahan napas sampai dengan segitu lama. Itu hanya untuk belajar menyelam, menyelam di laut (untuk para) diver, itu mereka perlu menahan napas."

Tidak hanya itu, latihan bernapas untuk anak-anak pun dilakukan dalam waktu singkat. Pelatih harus memberikan aba-aba hingga anak siap. Sedangkan YA langsung menenggelamkan Dante tanpa persiapan.


"Si anak ini harus bersiap-siap untuk ambil napas, ambil napas dulu yang dalam, baru satu...dua...tiga...kita tenggelamkan. Jadi, anak itu dalam kondisi yang siap dan harus berhadapan, face to face," terang Albert. "Kalau Dante itu, kan, tanpa persiapan ambil napas, langsung ditenggelamin, itu di luar dari prosedur. Kalau hampir 24 detik, 26 detik (ditenggelamkan), untuk anak usia 6 tahun itu tidak ada fungsinya."

"Fungsinya pada saat belajar berenang itu, kan, bukan seberapa lama dia bisa bertahan di air, tapi justru dia harus bisa dengan periode tertentu untuk mengatur napas itu," tambah Albert.

Di sisi lain, Ketua Yayasan dan Parents Relation Janitra Bina Manusa School, Wani Siregar, juga menjadi salah satu saksi yang diperiksa. Wani kembali menegaskan jika mendiang Dante pernah merasa ketakutan dengan kolam renang.

"Sama kayak (keterangan) kemarin, ya kami sih sebaiknya kalau itu tentang Dante bahwa dia belum percaya diri (berenang). Saya hanya menjelaskan tentang Dante aja di sekolah, Dante itu belum percaya diri di kolam renang," ujar Wani pada Rabu (21/2) kemarin. "Kita fasilitasi saja, anak seumuran Dante itu pasti saat mau berenang dan itu bukan sama orang tuanya pasti ngerasa cemas."

"Jadi, saya enggak bisa bicara spesifik Dante takut atau gimana, tapi normal aja reaksinya seperti anak-anak di awal-awal ketika berenang tidak sama orang tua yang mendampingi ketika berenang," tandas Wani.

(wk/diah)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait
Berita Terbaru