Umi Pipik mengungkap makna cadar dan menyampaikan pesan bijak kala diminta menasihati Wanda Hara, sahabat pria dari Nagita Slavina yang dikritik karena bercadar. Umi Pipik juga mengungkap doa di tengah kegaduhan itu.
- Ria Susilo Wardhani
- Senin, 22 Juli 2024 - 12:22 WIB
WowKeren - Wanda Hara hingga kini memilih bungkam usai penampilannya memakai cadar hingga jenis kelaminnya dikuliti Nikita Mirzani. Sementara itu, kegaduhan perihal Wanda bercadar di pengajian ini membuat netter mention Umi Pipik Dian Irawati.
"Ummii tlong juga dong mi mungkin bisa dinasehati seorang fashion stylist yang datang kekajian bersama para artis yang dia menggunakan Cadar padahal aslinya dia pria ummi duhh sakit bht hatii aku liatnya.. Mungkin ummi bisa memberi nasihat dengan lembut," saran warganet yang ingin Umi Pipik menasihati sahabat cowok Nagita Slavina itu. "Siapapun yg menyalahgunakan pakaian kemuliaan sayyidah fatimah semoga Allah berikan hidayahnya," kata Umi menanggapi dengan bijak.
Ibu dari Abidzar Al-Ghifari ini juga mengungkap pesan makjleb soal cadar. Sebagai pendakwah yang menutup auratnya dengan cadar, Umi Pipik diduga menganggap aksi Wanda yang seorang pria tapi memakai cadar itu tidak bisa dibenarkan. Di sisi lain, Umi Pipik tetap meminta semua orang untuk berbaik sangka dan mengingatkan secara baik-baik.
"Sebaik baik pakaian adalah pakaian taqwa, aku menggunakan cadar bukan berarti aku sudah baik , bukan berarti aku sudah soleha , bahkan cadarku juga belum ada jaminan aku masuk surga , tapi dgn memakai cadar ini aku bekajar dari itu semua , belajar menjadi baik tanpa merasa lebih baik , belajar menjadi soleha tanpa merasa lebih soleha dari orang lain , belajar untuk memantaskan diri di hadapan Allah agar dgn rahmatNya dikehendaki mjd penghuni surga , karena tujuan kita semua kesana," kata Umi Pipik. "Cadar adalah pakaian kemuliaan sayyidah fatimah azzahra putri tercinta Rasulullah shallallahu alaihi wassalam , jangan kau nodai , jangan kau nistakan ! kita semua sdg berproses utk mengenal Allah , utk mendekat kod Allah tetapi berpriseslah dgn baik sesuai syariatnya...berproseslah tanpa menyalahi syariatNya , walaupun harus tertatih , sesuai sanggupanmu , jadilah diri sendiri , jangan ingin terlihat hebat tapi kita jd org lain dan kita tersiksa sendiri...kullil haqqau walaukana muran ( sampaikan yg hak walaupun tdk enak di dengar )."
"Jadi siapapun yg menggunakan pakaian ini jagalah dgn baik jangan pergunakan dgn hal tdk baik...semoga Allah berikan hidayahNYA untuk kita semua yg sedang mendalami ilmu agama 🙏Rabbana innana amanna faghfirlana dzunubana waqina 'adzabannar 🙏 ( Wahai Tuhan kami, sungguh kami beriman kepada-Mu. Karena itu ampunilah semua dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari api neraka. ) nasehat diri ( walaupun tdk dibenarkan , jelas salah , tp baik sangka sj semoga menuntut ilmunya mjd hidayah untuknya , kembali kepada syariat yang sudah di tetapkan Allah ta'ala )," lanjutnya. "( Jangan benci orangnya karena dia juga hamba Allah , tapi bencilah dgn apa yg dilakukanya , dgn mengingatkan yg baik , mendoakan dan merangkulnya , karena dakwah bukan memukul tapi merangkul )."
Unggahan bijak dari Umi Pipik ini banjir reaksi dukungan dari publik. "Bener Ummi 🥰 dan Semoga yang kemaren kemaren bikin kesalahan bisa dapet hidayah melalui kejadian ini dan belajar terus ilmu agamanya, barakaallahu fiikum 🙏," seru netter. "Afwan umi saya pun menangis melihat kmrin yg ramai dikjian itu,ko bisa dipermainkan pakaian yg bgtu suci yg dimuliakan ka sayyidah Fatimah azzahra, anehnya tmen2 nya tau kalau ka Wanda laaki2, setidaknya ditegur atau kasih peringatan, umii ini sudah diluar jalur, seperti dipermainkan umi😭," kata netter.
Sebelumnya, Nikita juga menyindir soal isu penistaan agama yang mungkin saja dilakukan Wanda. Namun, Nikita meledek kalau Wanda bakal aman dari ancaman penjara karena memiliki teman-teman dari kalangan tajir. Tak cuma itu, Nikita sempat ngode menyindir pihak ustaz yang diduga bermain aman. Adapun, pihak EO kajian memang sempat klarifikasi jika penyelenggara dan Ustaz Hanan Attaki tak tahu identitas Wanda sebagai laki-laki. Ke depannya, pihak EO akan lebih selektif terkait identitas peserta kajian.
(wk/riaw)