Puan Maharani Serukan Solusi Nyata Hadapi Bencana Alam Berulang di Indonesia
Instagram/Puan Maharani/Instagram
Selebriti

Puan Maharani mendorong pemerintah untuk memberikan solusi nyata menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi.

WowKeren - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan bahwa masyarakat Indonesia memerlukan solusi konkret di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam yang terjadi. Dalam pernyataannya, Puan menyoroti pola bencana berulang yang menunjukkan adanya kerentanan masyarakat terhadap fenomena alam tersebut.

Berdasarkan data yang diumumkan hingga Rabu (8/4/2026), Indonesia telah mengalami hampir 700 kejadian bencana alam dalam tiga bulan pertama tahun ini. Puan mengungkapkan bahwa angka tersebut menjadi tanda peringatan bahwa dampak kebencanaan di Indonesia semakin kompleks dan luas. "Dengan masih banyaknya bencana alam, terutama yang berulang, ini harus dilihat sebagai bentuk kerentanan rakyat yang belum banyak bergeser dan harus segera mendapat solusi," jelas Puan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Lebih lanjut, Puan menekankan bahwa rangkaian peristiwa ini tidak boleh dipandang sekadar akumulasi fenomena alam musiman. Ia berpendapat bahwa kondisi tersebut mencerminkan betapa ruang hidup masyarakat masih sangat rentan terhadap gangguan alam yang kerap terjadi di lokasi yang sama.


Puan mengidentifikasi tantangan terbesar bagi negara saat ini adalah bagaimana sistem nasional dapat mengidentifikasi pola kerentanan, bukan hanya bereaksi setelah bencana terjadi. Ia memberikan contoh, jika banjir terus terjadi, berarti ada masalah serius terkait tata air, kapasitas lingkungan, dan kesiapan permukiman yang tidak sebanding dengan risiko yang ada.

"Data kejadian bencana seharusnya tidak berhenti sebagai statistik mingguan, tetapi mesti menjadi dasar koreksi tajam terhadap wilayah yang paling sering terdampak," tegasnya. Politisi dari PDI-Perjuangan ini juga mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan kemampuan keluarga dalam bertahan hidup pascabencana, mengingat fase pemulihan saat rumah rusak dan penghasilan terhenti adalah beban terberat bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Puan berpendapat bahwa keberhasilan penanganan bencana tidak hanya diukur dari kecepatan bantuan darurat, melainkan juga dari keberanian pemerintah untuk memperbaiki sumber masalah secara bertahap dan terukur. "Pada akhirnya, yang paling penting dijaga adalah agar masyarakat tidak merasa hidup dalam siklus kerusakan yang terus berulang tanpa perubahan yang nyata," pungkasnya.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait