Polisi hingga kini masih terus memburu seluruh pihak yang berkaitan dengan Khilafatul Muslimin. Sebelumnya, polisi telah menahan pimpinan tertinggi Abdul Qadir Baraja, kini kembali meringkus tokoh penting di kantor pusat.
Sebelumnya, polisi telah menetapkan para petinggi Khilafatul Muslimin, termasuk Pimpinan Tertinggi Abdul Qadir Baraja sebagai tersangka. Kini giliran pimpinan Khilafatul Muslimin Surabaya Raya yang ditetapkan sebagai tersangka.
Plang nama tersebut diturunkan usai pihak kepolisian mendatangi kantor Khilafatul Muslimin di Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah dan melakukan audiensi dengan pengurusnya.
Polisi melakukan penggeledahan terhadap kantor pusat Khilafatul Muslimin di Bandar Lampung. Hasilnya, polisi menemukan beragam buku tentang NII hingga ISIS.
Direktur Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, Yahya Abdurrahman, telah membantah tudingan BNPT dan menegaskan bahwa salah satu pendiri ponpes tersebut adalah Abdullah Baraja yang telah meninggal tahun 2007 silam.
Pihak Khilafatul Muslimin membantah pernyataan kepolisian soal rencana ingin mengganti ideologi Pancasila. Khilafatul Muslimin menegaskan bahwa mereka adalah bagian NKRI.
Setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, Pimpinan Tertinggi Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Baraja langsung ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Polisi pun mengungkapkan alasan penangkapan tersebut.
Sebelumnya, Polda Jateng telah menetapkan tiga orang tersangka terkait konvoi Khilafah. Kini giliran Polda Metro Jaya yang menangkap pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Baraja.
Pihak kepolisian turut menangkap pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja. Ia ditangkap di wilayah Bandar Lampung pada Selasa (7/6) sekitar pukul 06.00 WIB.
Pihak kepolisian akhirnya menetapkan tiga orang pimpinan Khilafatul Muslimin atas konvoi yang dilakukan beberapa waktu lalu. Konvoi tersebut sempat membuat heboh publik.
Sebagai informasi, kelompok Khilafatul Muslimin belakangan ramai diperbincangkan usai mereka melakukan konvoi motor dengan membawa poster 'Kebangkitan Khilafah'.
Sejak kemunculan video viral konvoi dengan membawa atribut khilafah, menjadi sorotan publik, termasuk di antaranya BNPT. BNPT pun meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kelompok seperti itu.
Aksi konvoi sepeda motor yang membawa poster bertuliskan 'Kebangkitan Khilafah' belakangan ini menjadi perhatian khusus bagi aparat, termasuk BNPT dan Densus 88 Antiteror Polri.
Pemimpin Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja, menegaskan bahwa pihaknya bukanlah kelompok radikal atau teroris yang menentang Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Organisasi yang menamai dirinya sebagai Khilafatul Muslimin belakangan menyita perhatian publik usai melakukan konvoi. Bahkan BNPT menilai organisasi tersebut berpotensi melahirkan terorisme.