Inilah beberapa bahan makanan lainnya yang bisa memberikan rasa pedas sebagai pengganti lombok.
- Tim WowKeren
- Jumat, 06 Januari 2017 - 17:14 WIB
WowKeren - Di pasaran lombok mencapai harga Rp 100 ribu perkilo. Hal ini tentu menjadi masalah untuk penyuka kuliner pedas. Rasa yang dimunculkan lombok memang berbeda. Kepedasannya kerap kali menimbulkan rindu untuk penyukanya.
Namun sebagai pengganti sementara, kamu bisa menikmati rasa pedas dari bahan makanan yang lain. Berikut beberapa bahan makanan yang bisa kamu jadikan pengganti lombok untuk sementara:
Merica Putih
Merica memiliki bentuk butiran kecil berwarna krem dan memiliki permukaan kulit yang halus, berasal dari India. Merica putih diperoleh dengan cara mengambil dari buah merica utuh yang sudah matang kemudian direndam satu minggu. Kulit ari yang masih tersisa dibersihkan hingga yang tertinggal hanya inti biji yang berwarna keabuan, kemudian di jemur sampai kering.
Di pasaran merica biasa dijual dalam bentuk butiran maupun bubuk. Walaupun rasa pedasnya nggak sedashyat cabai rawit namun merica tetap bisa mendatangkan rasa pedas tersendiri. Di dalam merica terkandung zat yang bernama protein piperine. Zat inilah yang dapat menimbulkan rasa panas di mulut dan tengggorokan.
Di hampir semua masakan pasti menggunakan merica sebagai bumbu masakan. Bahkan orang-orang Eropa sangat menyukainya. Contoh masakan yang menggunakan merica : hampir semua masakan diseluruh dunia menggunakan merica.

Black Pepper
Hampir sama dengan merica putih, hanya saja merica hitam diambil dari buah merica yang belum terlalu matang. Kemudian biji tersebut difermentasi dengan cara ditumpuk selama dua sampai tiga hari, baru kemudian dijemur hingga berubah warna menjadi hitam dan keriput. Aroma black pepper lebih menyengat dibandingkan dengan aroma white pepper. Karena di dalam bahan makanan ini terdapat zat yang dapat membangkitkan aroma seperti linalool, pinene, limonene, sabinene dan caryophyllene.
Baik merica hitam maupun merica putih selain digunakan sebagai bumbu masakan yang memiliki rasa pedas selain cabai. Keduanya juga dapat digunakan untuk herbal sebagai campuran untuk minyak urut, serta dapat juga digunakan sebagai campuran minuman dalam bentuk spirit. Contoh masakan yang menggunakan black pepper biasanya digunakan sebagai bahan membuat saus dalam masakan Eropa dan Tiongkok.

Szechuan Pepper
Sebenarnya bumbu khas ini nggak termasuk dalam golongan merica. Di sebut pepper karena memiliki bentuk dan pedas serta hangat mirip dengan merica. Bentuknya seperti merica tetapi memiliki dua ruas kulit buah. Akan keluar biji hitam jika sudah merekah. Biasanya dapat diperoleh di toko bahan masakan Tiongkok dalam bentuk yang sudah kering.
Bumbu khas ini berasal dari kulit luar tumbuhan zanthoxylum. Namanya di ambil dari Provinsi Szechuan, Tiongkok. Meskipun nggak memiliki rasa pedas yang panas seperti cabai dan merica, namun merica szechuan dapat memberikan efek kelu pada lidah seperti kebas. Di Indonesia juga mengenal jenis merica ini, hanya saja dalam versi yang berbeda.
Di Indonesia merica ini dalam tampilan warna hijau, masih muda dan segar. Dan orang Sumatra Utara menyebutnya sebagai buah andaliman. Biasanya yang menggunakannya adalah penduduk Sumatra Utara. Contoh masakannya adalah hampir seluruh masakan di Szechuan menggunakan bumbu masakan ini. Di Sumatra Utara andaliman biasa digunakan untuk sambal dan penyedap dalam saksang dan arsik.

Wasabi
Bumbu khas yang satu ini juga memiliki rasa pedas selain cabai. Bahan ini berasal dari Jepang dan sangat populer di negara sakura tersebut. Wasabi berasal dari akar jenis kubis-kubisan asli Jepang. Memiliki rasa yang menyengat hidung, wasabi mempunyai bentuk bubuk dan pasta dengan warna hijau. Biasanya dijual dalam bentuk kemasan plastik atau tube.
Pedasnya wasabi nggak seperti cabai dan merica yang berasa pedas di mulut dan tenggorokkan. Rasa pedas wasabi langsung menyengat hidung dengan tajam. Selain sebagai bumbu masakan ada juga yang menggunakan wasabi sebagai bahan kosmetik.
Contoh masakannya adalah makanan-makanan Jepang seperti soba, sashimi, ochazuke dan sushi. Bahkan di perkembangan kuliner sekarang ini ada yang menggunakan wasabi didalam rasa es krim.

Cabai Bubuk
Cabai bubuk dapat menggantikan cabai utuh pada makanan kamu. Jenis cabai seperti ini menjadi cara baik untuk menambahkan rasa pedas pada makanan. Apalagi cabai bubuk nggak mengandung banyak lemak dan kalori. Cabai bubuk atau rempah-rempah cabai klasik ini dapat kamu buat sendiri menggunakan kayu manis dan bubuk rempah lainnya untuk menambah rasa yang alami.
Untuk cara yang ini kamu bisa membuatnya sebelum atau sesudah cabai mencapai harga yang mahal hingga berkali-kali lipat. Bila dirasa harga cabai nggak semahal sekarang kamu bisa mengolahnya dalam bentuk bubuk. Cabai yang baru di beli langsung dibelah atau disobek jadi dua. Langsung bersihkan cabai dari isinya agar nggak memiliki citarasa pahit. Potong potong cabai, cuci hingga bersih.
Panaskan oven hingga mencapai suhu 150 derajat lalu tata cabai pada loyang dan oven selama kurang lebih 3-4 menit. Siapkan pula jintan yang telah disangrai hingga kering. Waktu penyangraian selama 3-4 menit hingga benar benar kering, untuk perbandingannya 1:10 dengan cabai. Dinginkan kedua bahan tersebut hingga benar benar dingin lalu blender kedua bahan tersebut secara terpisah dengan blender kering hingga benar benar halus.
Setelah selesai di blender baru campurkan jadi satu hingga rata. Setelah itu baru disimpan dalam toples kedap udara. Cabai bubuk itu siap untuk digunakan sebagai bumbu masakan yang sama enaknya seperti yang dijual di toko.

Paprika
Paprika atau capsicum annuum adalah sejenis cabai yang berasa manis dan sedikit pedas. Paprika berasal dari famili Solanaceae. Bentuknya unik,yaitu besar dan gendut seperti buah kesemek. Cabai ini sering digunakan sebagal bumbu masakan atau bahan sayuran. Berbeda dengan cabai biasa, biji paprika biasanya nggak dimakan.
Tanaman paprika cocok tumbuh di berbagal iklim dan dapat tumbuh di berbagal belahan dunia. Paprika berasal dari Amerika Selatan dan banyak dikembangkan di Hungaria. Di Indonesia, paprika cukup dikenal. Paprika banyak dikembangkan secara hidroponik di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat.
Berdasarkan warnanya, paprika dibedakan atas paprika hijau, paprika merah dan paprika kuning. Berdasarkan rasanya, paprika dibedakan atas dua jenis yaitu paprika manis yang bentuknya besar dan paprika pedas yang bentuknya lebih kecil.

Harga cabai yang mencapai Rp 100 ribu perkilo memang nggak masuk akal. Namun untuk pecinta pedas nggak perlu bingung karena untuk sementara kamu bisa mengonsumsi beberapa jenis bahan makanan yang mengandung rasa pedas seperti di atas.
(wk/)