Dikecam Sadis, Media Asing Ikut Beritakan Kasus Penyerangan Gereja Lidwina
SerbaSerbi

Media-media asing ini ramai membicarakan penyebab terjadinya beberapa kasus penyerangan pemuka agama di Indonesia.

WowKeren - Belakangan ini, kasus penyerangan terhadap tokoh agama sedang marak terjadi di Indonesia. Kerap menimbulkan banyak korban luka, bahkan sampai meninggal dunia, hal ini tentu saja tidak bisa dibenarkan.

Pada Minggu (11/2) kemarin, kasus penyerangan kembali terjadi. Seorang pria diberitakan melakukan serangan di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta. Pria yang diketahui bernama Suliyono tersebut bahkan menggunakan senjata tajam beupa pedang yang panjang.


Suliyono melakukan tindakan kejam itu kepada romo serta jamaat misa. Di antara mereka yang terluka, ada seorang misionaris kelahiran Jerman yang telah lama tinggal di Indonesia. Saat berusaha diamankan, Suliyono malah melakukan perlawanan dan mengakibatkan seorang polisi terluka.

Berita ini menjadi amat besar lantaran beberapa kasus yang mirip berulang kali terjadi di Indonesia. Hal ini pun menjadi perhatian internasional. Beberapa media asing terlihat memberitakan kasus ini di situs online mereka.

Sederet media-media asing yang cukup terkenal, seperti Reuters, The New York Times dan ABC terlihat memberitakan hal yang sama. Mereka menyebut kasus kekerasan seperti ini kerap terjadi di Indonesia.

Reuters bahkan menyebutkan bahwa ketegangan komunal dan religius terus meningkat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Reuters memberitakan bahwa hal tersebut terjadi lantaran seruan dari kelompok garis keras mengenai hukum Islam. Mereka disebutkan menuntut agar hukum Islam diterapkan secara nasional di Indonesia.

Sampai saat ini, polisi masih belum bisa memastikan apakan insiden ini terkait dengan terorisme. Mereka hanya bisa memastikan bahwa saat ini tersangka sudah ditahan dan korban sudah ditangani di rumah sakit. Yos Bintoro, seorang imam dari Gereja St. Lidwina yang diserang, mengatakan bahwa mereka mengutuk serangan tersebut, tapi mendesak orang agar tidak bereaksi berlebihan secara online.

You can share this post!

Related Posts
Loading...