Bikin Geram, Kanye West Sebut Perbudakan 400 Tahun Afrika-Amerika adalah Pilihan
Getty Images/Fame Flynet
Selebriti

Terang-terangan sebut orang kulit hitam identik dengan perbudakan, Kanye disebut berkomentar tanpa pemikiran matang.

WowKeren - Nama Kanye West memang santer dibicarakan belakangan ini. Usai memancing kontroversi lewat dukungan terbuka kepada Donald Trump, kali ini suami Kim Kardashian tersebut kembali memancing perhatian publik saat menyinggung masalah perbudakan Afrika-Amerika.

Dalam sesi wawancara secara langsung dengan TMZ guna mempromosikan album terbarunya, rapper berusia 40 tahun ini secara terang-terangan mengutarakan pendapatnya tentang perbudakan. Menurutnya, perbudakan Afrika-Amerika yang berlangsung selama 400 tahun adalah sebuah pilihan.

"Ketika kita mendengar tentang perbudakan selama 400 tahun... Selama 400 tahun? Kedengarannya seperti (sebuah) pilihan," ungkap Kanye. "Kita secara mental terpenjara. Aku suka kata 'penjara' karena perbudakan terlalu identik dengan orang kulit hitam. Seperti Holocaust identik pada Yahudi, perbudakan itu (identik) dengan orang kulit hitam."

Perbudakan yang dimaksud oleh Kanye adalah yang terjadi selama abad ke-17 hingga 19 dimana orang kulit hitam dibawa secara paksa dari Afrika ke Amerika Serikat untuk dijual sebagai budak. Sontak saja ucapan Kanye tersebut memancing kemarahan dari anggota staf berkulit hitam bernama Van Lathan. Van menyebut bahwa Kanye berkomentar tanpa pemikiran matang.

"Kau berhak untuk percaya apa pun yang kau inginkan, tetapi ada fakta dan konsekuensi di balik semua yang baru saja kau katakan," ujar Van dengan geram.


Tak hanya Van Lathan, tentunya komentar Kanye tersebut memancing kegemparan di media sosial. Bahkan sejumlah pengguna Twitter menyarankan agar rapper tersebut membaca kembali buku-buku sejarah.

Merasa terkejut dengan respon yang ia terima, Kanye pun menjelaskan maksud di balik ucapannya. Melalui akun Twitter miliknya, pelantun "Gold Digger" ini menegaskan bahwa perbudakan yang ia maksud adalah dari segi mental.

"Untuk memperjelas maksudku, tentu saja aku tahu para budak tidak ditangkap dan dikirim karena keinginan mereka sendiri," cuit Kanye. "Maksudku adalah, ketika kita terus berada di posisi itu sementara jumlah kita sebenarnya banyak, maka artinya mental kitalah yang diperbudak."

Dalam cuitan selanjutnya, Kanye juga menyebut bahwa ia sengaja mengangkat pembicaraan mengenai perbudakan agar orang-orang kulit hitam (Afrika) bisa bebas dan tak lagi merasa 'terpenjara'. Ia juga mengungkapkan bahwa apa yang ia sampaikan adalah salah satu bentuk kebebasan berpendapat.

"Alasanku mengangkat kembali soal 400 tahun adalah mental kita tidak boleh lagi terpenjara selama 400 tahun lagi. Kita memerlukan kebebasan berpikir," lanjut Kanye. "Bahkan pernyataanku adalah contoh kebebasan berpikir. Sekali lagi aku diserang karena mengusulkan ide-ide baru."

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait