Beberapa kebiasaan makan dari masa kecil ini akan berdampak di kehidupan dewasa dan merusak keinginanmu untuk menurunkan berat badan, lho. Apa saja, ya?
- Silmi Amalia Fidareni
- Senin, 27 Agustus 2018 - 14:05 WIB
WowKeren - Bisa menurunkan berat badan ke jumlah yang ideal sudah menjadi keinginan banyak orang. Namun, tak semua bisa secara mudah mendapatkannya. Tak jarang kita harus melakukan serangkaian usaha keras agar angka di timbangan tak lagi naik.
Mulai dari rajin berolahraga hingga mengatur pola makan sudah dilakukan. Herannya, semua usaha tersebut seolah tak memberikan hasil yang memuaskan. Kenapa ya?
Ternyata, beberapa faktor bisa menjadi alasan berat badanmu tak kunjung turun. Salah satunya adalah karena kebiasaan makan. Yap, kebiasaan makan dari masa kecil misalnya.
Kebiasaan-kebiasaan makan di masa kecil ternyata bisa memberikan dampak yang besar terhadap kenaikan berat badan kita di usia dewasa. Secara tidak langsung, kebiasaan tersebut terus terbawa dan mencegah kesuksesan dietmu.
Lantas, kebiasaan-kebiasaan masa kecil seperti apa sih yang menyebabkan kamu menjadi gagal diet dan semakin gemuk? Langsung saja simak ulasannya berikut ini, ya.
(wk/silm)1. Kenaikan Berat Badan Hingga Obesitas, Hindari Makan Sambil Nonton Televisi
Banyak faktor disebut mampu membuat berat badanmu melambung, makan sambil menonton televisi menjadi salah satunya. Kamu juga pasti masih sangat ingat ketika makan sambil menonton kartun favorit di masa kecil menjadi saat-saat yang menyenangkan. Namun, kebiasaan tersebut merupakan hal buruk yang ikut menyumbang kenaikan berat badanmu.
Menurut beberapa penelitian, makan sambil menonton televisi bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Bahkan, akan semakin parah hingga obesitas.
Makan sambil menonton televisi akan membuatmu cenderung makan lebih banyak. Hal itu terjadi lantaran pikiran yang terganggung dan konsentrasi yang terpecah antara menonton televisi dan makan. Asyik menonton televisi juga akan membuatmu gagal sadar berapa jumlah makanan yang masuk ke dalam perutmu. Kamu juga akan sulit menyadari apakah tubuhmu sudah mengirimkan sinyal kenyang atau belum.
Bahaya obesitas juga akan menyerang kebiasaan buruk makan sambil nonton televisi ini. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa duduk selama berjam-jam bisa memperlambat laju metabolisme dan menyebabkan penumpukan lemak. Hal yang sama juga terjadi pada saat kita duduk dan makan sambil menonton televisi.
2. Mengonsumsi Makanan Utama Sebelum Dessert Ternyata Merupakan Hal Buruk
Di antara kebiasaan makan kita di masa kecil adalah mengonsumsi makanan utama terlebih dahulu baru makanan penutup atau dessert. Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan tersebut ternyata justru akan membuat berat badanmu naik.
Beberapa orangtua mungkin juga akan menyiapkan berbagai sajian makanan penutup hanya agar anak-anaknya menghabiskan makanan utama mereka. Sayangnya, hal itu masuk dan tergolong menjadi suatu kebiasaan buruk.
Ternyata, hal tersebut bisa membuatmu mendapatkan kebiasaan buruk, yakni memakan camilan diam-diam tanpa diketahui oleh orangtuamu. Selain itu, kamu juga akan mendambakan makan-makanan manis lebih banyak dari jumlah yang seharusnya.
Beberapa orang menyebutkan bahwa mereka menjadi lebih sedikit makan setelah mengonsumsi makanan penutup terlebih dahulu. Perasaan puas telah mengonsumsi makanan-makanan manis idaman mereka, membuat kita menjadi tak butuh makan banyak dan terburu-buru demi mendapatkan dessert yang kita inginkan.
Selain itu, makan dessert sebelum makan sayur bisa membantumu menyerap vitamin dan nutrisi dengan lebih baik. Hal itu tentu juga menyumbang manfaat baik bagi metabolisme tubuhmu.
3. Minum Jus Buah Usai Makan Ternyata Bisa Menimbulkan Beragam Penyakit
Jus buah selama ini dikenal sebagai salah satu minuman yang menyehatkan. Jus buah menjadi salah satu alternatif bagi mereka yang enggan makan langsung dari buahnya. Seringkali, para orangtua juga memberikan jus buah untuk anak-anaknya seusai makan. Namun, ada beberapa waktu jus buah tidak boleh diminum. Salah-salah kamu hanya akan mendapatkan beberapa penyakit.
Menurut keterangan salah satu ahli, dilansir dari Food.NDTV, makan atau minum jus buah langsung setelah makan merupakan kebiasaan makan yang buruk dan tidak sehat. Jus buah harus dihindari dikonsumsi bersama makanan-makanan yang asin. Kombinasi tersebut ternyata dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti penyakit kulit, obesitas, dan beragam penyakit lainnya.
Minum jus buah setelah makan, terutama jus yang dibeli di toko bisa mengantarkan kepada obesitas lantaran kandungan gula yang ada di dalamnya. Diketahui, kandungan fruktosa juga menjadi salah satu penyebab kenaikan berat badan.
4. Hindari Kebiasaan Menggunakan Makanan Sebagai Hadiah atau Penghargaan
Pernah ingat orangtuamu akan memberikan banyak makanan sebagai hadiah mendapatkan peringkat bagus? Nah, hal itu menjadi salah satu kebiasaan buruk dari masa kecil yang akan berdampak terus pada masa depanmu.
Ya, kebiasaan menjadikan makanan sebagai suatu hadiah atau penghargaan atas kerja kerasmu merupakan salah satu contoh kebiasaan yang buruk. Akibatnya, kita akan mengasosiasikan perasaan bahagia dengan makanan yang banyak.
Memberikan makanan sebagai hadiah di masa kecil akan menimbulkan perilaku makan emosional di kemudian hari. Makan berlebihan sebagai salah satu pelampiasan stres juga menjadi salah satunya. Tak lagi diragukan hal tersebut hanya akan menggiringmu mendapatkan berat badan yang meroket.
5. Kebiasan Minum Susu Saat Kecil Ternyata Tak Sesehat yang Diduga
Saat kecil, kita mungkin dikenalkan dengan kebiasaan minum susu. Beberapa orang tua akan mengatakan bahwa segelas susu tersebut bisa membantu pertumbuhan tulang kita agar bisa segera tumbuh tinggi. Sayangnya, tak semua ucapan dari masa kecil tersebut benar adanya.
Pada kenyataannya, susu banyak menjadi penyebab dari masalah seperti perut kembung, berat badan, dan berbagai masalah pencernaan lainnya. Sebuah penelitian dari Harvard Nurses' Health Study mengungkap mengenai efek susu terhadap patah tulang. Penelitian tersebut mengatakan bahwa produk susu sebenarnya tidak melindungi terhadap patah tulang seperti yang semala ini dipercaya.
Penelitian lain menyebutkan bahwa minum 3 gelas susu atau lebih pada wanita justru bisa meningkatkan risiko patah tulang. Hal itu mungkin disebabkan karena kandungan laktosa dan galaktosa yang terdapat dalam berbagai produk susu.
6. Langsing dengan Berhenti Makan Sebelum Kenyang
Saat masih anak-anak, kita mungkin baru akan berhenti makan ketika sudah merasa kenyang. Ternyata, kebiasaan tersebut menjadi salah satu hal buruk yang bisa berdampak pada kenaikan berat badan.
Faktanya, jika kita sampai pada fase kenyang setelah makan, itu menandakan bahwa kita sudah makan dengan jumlah berlebihan. Padahal, selain makanan, kita juga harus menyisakan ruang yang cukup bagi air yang berfungsi menghidrasimu dan juga perluasan gas untuk mencerna makananmu.
Semakin banyak kamu makan hingga kenyang, semakin kamu memaksa perutmu. Akibatnya, nafsu makanmu juga akan meningkat dan semakin banyak makanan masuk ke dalam perutmu. Jika sudah demikian, itu akan menjadikan berat badanmu semakin naik dan terus naik.
Sebagai solusinya, usahakan berhenti mengonsumsi makanan jika sudah mencapai tingkat kekenyangan 80 persen. Banyak penelitian menyebutkan berhenti makan sebelum kenyang bisa membantu tubuh langsing tanpa perlu usaha yang keras.
7. Makan Sayur Sebagai Hukuman di Masa Kecil Menyumbang Kenaikan Berat Badan
Makan sayuran mungkin masih menjadi masalah bagi beberapa anak-anak, mungkin juga bagi kamu yang sekarang sudah beranjak dewasa. Sayuran dan beberapa makanan sehat yang lain memang seringkali dipaksakan para orangtua untuk dikonsumsi anak-anaknya. Namun, pemaksaan tersebut justru akhirnya membuat mereka merasa asing dengan makanan-makanan sehat tersebut.
"Trauma" akan makan sayur yang muncul pada saat anak-anak tersebut akan terus berdampak di kehidupan dewasa. Akibatnya, seseorang akan menghindari konsumsi sayur setelah tak lagi ada pengawasan dari orangtua. Padahal, sayuran memainkan peran penting dalam kesehatan tubuh, termasuk juga dalam rangka menurunkan berat badan.
Oleh karena itu, coba atasi rasa asingmu terhadap sayuran dan mulailah mengonsumsinya lebih banyak. Rutin mengonsumsi sayuran bisa memperlancar sistem metabolisme tubuh yang menyumbang hasil berat badan ideal.