Mandala Shoji Kesulitan Jalani Puasa di Penjara, Sempat Beri Wejangan Pada Istri Soal Hidup Glamor
Instagram/mandala_abadi_shoji
Selebriti

Mandala Shoji saat ini mendekam di Rutan Salemba atas kasus dugaan pelanggaran peraturan Pemilu 2019.

WowKeren - Usai menjadi buronan kurang lebih dua pekan, Mandala Shoji akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat (Jakpus) pada Jumat (8/2) lalu. Dalam penyerahannya itu, presenter "Termehek-Mehek" itu ditemani istri, anaknya, kerabat dan Elsa Syarif selaku kuasa hukum.

Mandala dikabarkan menjadi buronan usai divonis tiga bulan dan denda Rp 5 juta susibder satu bulan atas kasus dugaan pelanggaran peraturan Pemilu 2019. Namun Marida Denova sang istri menolak tegas jika suaminya buronan ataupun masuk dalam daftar pencarian orang. Selama dikabarkan "menghilang", Maridha mengatakan bahwa Mandala tengah mengunjungi Dapil-nya yaitu Dapil II DKI Jakarta.


Saat ini, Mandala sendiri berada di Rutan (Rumah Tahanan) Salemba, Jakarta Pusat. Maridha mengatakan bahwa sang suami justru bahagia dan menganggap dirinya sedang ada di pesantren.

Selain itu, Maridha juga menambahkan Mandala masih menjalankan puasa Daud selama berada dibalik jeruji besi. Meskipun begitu, menurutnya sang suami mengalami kesusahan saat sahur dan berbuka puasa.

"Suami puasa Daud, sehari puasa, sehari tidak. Saya mau kirimin makanan tak diizinkan karena hanya boleh makan ketika jam makan," kata Maridha saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (9/2). "Berarti suamiku panjang puasanya, kalau boleh dikasih izin, ini dia butuh makan sahur dan berbuka, saya minta diizinkan kirim makanan karena dia menderita maag."

Selain kesusahan soal menu sahur dan berbuka, Mandala juga kesulitan terkait waktu untuk menjalankan salat malam. Bila diizinkan, Maridha berinisiatif nantinya akan membawakan sang suami sebuah jam weker.

"Kalau boleh dikasih barang, saya mau bawakan dia jam weker, karena dia kerap bangun tengah malam untuk salat tahajud lanjut zikir sampai subuh," lanjut Maridha. "Dia sempat tanya soal petunjuk waktu gimana, semoga diizinkan bawa jam weker."

Meski begitu, Maridha mengingat betul pesan Mandala kepadanya. Salah satunya adalah hidup sederhana dan tak boleh hidup glamor dengan mempunyai barang-barang mahal.

"Mandala suami yang enggak izinkan istrinya hidup glamor, aku enggak boleh beli tas mahal, tasku bisa dicek harga Rp 200 ribu," sambung Maridha. "Mobilku juga standar, rumah juga biasa bahkan baju-bajuku juga enggak mahal. Mandala bahkan rela makan di warteg dan duduk di pinggir jalan."

Terkait kasus yang menjerat sang suami, Maridha menanggapinya dengan bijak. Ia menegaskan bahwa niat Mandala terjun dalam dunia politik adalah murni karena ingin membantu masyarakat dalam jalan kebenaran. Bahkan, Maridha juga mengatakan bila gaji sang suami nantinya sebagai orang politik akan diserahkan kembali kepada rakyat.

"Tujuannya bantu masyarakat dan sosial. Enggak ada niat mau mengeruk keuntungan pribadi. Enggak akan mundur walau ada masalah ini," jelas Maridha. "Pokoknya tujuan pertama Mandala jihad sedangkan yang kedua baru politik. Gaji dia dari DPR-RI nantinya enggak akan disentuh dan akan dikembalikan ke rakyat."

You can share this post!

Related Posts
Loading...