Mahfud MD Curiga Ada Gerakan yang Ingin Mengacaukan Pemilu Lantaran Beberapa Bukti Ini
Nasional

Mahfud MD menyatakan jika gerakan tersebut bertujuan untuk mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap Pemilu.

WowKeren - Jelang Pilpres 2019 yang akan dilangsungkan pada bulan April mendatang, beragam kabar dari dunia politik berhasil mengundang perhatian. Tak terkecuali mengenai beberapa isu yang ternyata merupakan kabar hoaks alias bohong semata.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menyatakan kecurigaannya akan gerakan yang bertujuan mengacaukan Pemilu. Gerakan tersebut ia katakan berupa produsen hoaks atau berita bohong.


Mahfud menyebut ada gerakan yang seolah tengah berusaha mengacaukan Pemilu. Gerakan tersebut juga bertujuan untuk membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap penyelenggaraan Pemilu. "Ada gerakan-gerakan yang memang tujuannya mengacau, misalnya produsen-produsen hoaks yang selalu memproduksi berita-berita yang salah, bohong dan meresahkan sehingga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemilu," terang Mahfud di Stasiun Tugu, Yogyakarta, pada Selasa (19/2) seperti dilansir Antara.

Mahfud semakin curiga mengenai adanya gerakan tersebut lantaran beberapa bukti kuat. Beberapa di antaranya adalah mengenai kabar-kabar hoaks yang meskipun sudah diluruskan, namun masih berlangsung.

Mahfud menyoroti perihal isu KPU sudah tidak netral dan menjadi salah satu alat kekuatan politik. Belum lagi isu perihal adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos beberapa waktu lalu.

Pria berusia 61 tahun ini juga menyebutkan contoh hoaks lain yang bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap Pemilu. Isu tersebut adalah mengenai digantikannya Ma'ruf Amin dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Padahal, sesuai prosedur, hal itu tak bisa dibenarkan.

"Partai yang menarik pencalonannya juga hukumannya enam tahun penjara dengan denda Rp 100 miliar," terang Mahfud. "Misalnya dianggap berhalangan tetap tidak bisa karena di undang-undang 60 hari sebelum pemungutan suara tidak boleh ada penggantian meskipun itu berhalangan tetap."

Terus berkembangnya hoaks yang sudah diluruskan membuat Mahfud semakin yakin jika memang ada gerakan yang berusaha mengacaukan Pemilu. "Nah itu sudah dijelaskan tetapi masih dikembangkan terus. Ini artinya ada produsennya, ada yang memproduk untuk membuat keresahan masyarakat terus menerus sehingga pemilu dirasa tidak kredibel," pungkas Mahfud.

You can share this post!

Related Posts
Loading...