Prabowo Dipersepsikan Nasrani di Video Viral, BPN Protes ke Facebook Soalkan Kampanye Hitam
Instagram/prabowo
Nasional

BPN menyebut jika video viral yang sudah ditonton jutaan orang itu merupakan kampanye hitam yang disponsori.

WowKeren - Pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto menegang. Pasalnya, video calon presiden dukungannya di Facebook menjadi viral. Dalam video tersebut, BPN menyatakan jika Prabowo dipersepsikan sebagai seorang Nasrani.

Video ditemukan BPN di media sosial Facebook. Video viral itu disebut berdurasi 1 menit 19 detik. Dalam video, tampak Prabowo menempelkan kedua telapak tangannya seperti tengah berdoa. Ada pula gambar salib dalam video yang menunjukkan Prabowo seperti tengah berdoa tersebut.


Dalam cuplikan video juga diperlihatkan Prabowo yang menghadiri acara Natal. Ia juga ditampilkan berziarah ke makam pejuang Joao Tavares di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai latar belakang musiknya, video tersebut menggunakan lagu rohani yang berisi pujian dalam agama Nasrani.

Menanggapi tersebarnya video viral yang sudah ditonton jutaan orang tersebut, pihak BPN melayangkan protes terhadap Facebook. Mereka merasa keberatan atas video yang diduga telah disponsori tersebut.

"Kami menemukan video kampanye hitam terhadap Pak Prabowo. Di mana Pak Prabowo dituduhkan atau dipersepsikan sebagai seorang Nasrani atau Kristen," ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade pada Kamis (14/3). "Dan video ini dibagikan atau dishare di Facebook dan sudah menonton lebih dari 1,2 juta orang. Dan ini diduga adalah video yang disponsori."

BPN mempertanyakan asal video tersebut. Mereka menduga ada indikasi kampanye hitam sistematis dengan biaya mencapai Rp 8 miliar. Pihak BPN juga menyebut jika video viral ini lebih bahaya dari video kampanye hitam yang dilakukan emak-emak di Karawang beberapa waktu lalu.

"Pertanyaannya, kenapa Facebook membiarkan kampanye hitam ini berjalan? Dengan jumlah uang Rp 8 miliar ini, ada indikasi kampanye hitam yang terstruktur, sistematis, dan masif. Jauh lebih bahaya dari emak-emak yang ada di Karawang," lanjut Andre. "Kenapa Bawaslu dan Cybercrime Polri belum bergerak? Kenapa Facebook juga membiarkan kampanye hitam ini? Tentu ini jadi pertanyaan bagi rakyat Indonesia yang ingin Pemilu yang jujur, bersih, dan berkualitas."

You can share this post!

Related Posts