Dalam debat keempat Pilpres, Prabowo Subianto sempat menyinggung lemahnya kekuatan tentara Indonesia yang menurutnya terjadi karena kurangnya anggaran negara.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 01 April 2019 - 10:01 WIB
WowKeren - Debat Pilpres keempat telah usai digelar pada Sabtu (30/3) malam. Seperti biasa, visi misi kedua kandidat selalu menjadi hal yang ramai untuk diperbincangkan selepas debat. Seperti materi terkait pertahanan Indonesia yang hingga kini masih menjadi perbincangan hangat.
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam debat sempat menyinggung kekuatan tentara Indonesia. Menurutnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) sangat rapuh. Meski demikian, ia tidak menyalahkan Joko Widodo alias Jokowi atas kerapuhan itu.
"Saya mohon Pak, bukan menyalahkan. Saya berpendapat, kekuatan pertahanan kita sangat rapuh, sangat lemah," kata Prabowo di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3). "Bukan salah Bapak, salah enggak tahu saya. Elit."
Terkait pernyataan tersebut, Jokowi menjelaskan bahwa apa yang dikatakan oleh Prabowo kurang sesuai. Berdasarkan laporan dari unsur TNI, Jokowi menyebut bahwa tentara Indonesia justru sangat kuat, bahkan yang terkuat di wilayah Asia Tenggara.
"Ya karena tadi pagi banyak yang menyampaikan, utamanya dari unsur TNI," tutur Jokowi usia kampanye di Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (31/3). "Bahwa memang tentara kita kekuatan terbesar di Asean. Nomor satu di Asean, jangan keliru."
Bahkan, kekuatan armada Indonesia adalah peringkat ke-5 yang terkuat di Asia. Oleh sebab itu, Jokowi meminta agar publik tidak salah dalam menangkap informasi yang beredar. Ia menegaskan bahwa kekuatan TNI di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Warga Indonesia tentunya harus bangga akan capaian tersebut.
"Ya kita bangga dengan itu. Artinya, jangan diremehkan TNI kita. Jangan dikecilkan TNI kita," lanjut Jokowi. "TNI kita besar. Nomor satu di Asean. Nomor satu di Asean."
Sebelumnya, Prabowo juga mengkritik bahwa lemahnya pertahanan di Indonesia disebabkan karena kurangnya anggaran negara yang dialokasikan untuk bidang tersebut. Menurutnya, kekuatan prajurit di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan.
"Karena itu, saya menilai pertahanan Indonesia terlalu lemah, jauh dari yang diharapkan," ujar Prabowo. "Kenapa? Karena kita tidak punya uang."
(wk/zodi)