Prabowo sempat terlihat memarahi elite yang tertawa di tengah pembicaraannya soal rapuhnya pertahanan negara. Meski sudah meminta maaf, aksi Prabowo tersebut masih menuai sorotan.
- Silmi Amalia Fidareni
- Senin, 01 April 2019 - 10:33 WIB
WowKeren - Calon Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menuai sorotan usai mengikuti Debat Capres keempat pada Sabtu (30/3) kemarin. Diketahui, Prabowo sempat terlihat marah ketika ada penonton yang tertawa ketika ia berbicara.
Pada saat itu, politikus Partai Gerindra ini tengah membicarakan perkara lemahnya pertahanan Indonesia. Ia lantas menegur para penonton yang tertawa padahal Prabowo tengah membahas perkara pertahanan Indonesia yang dinilai lemah.
"Saya bukan menyalahkan, saya berpendapat. Kekuatan pertahanan kita masih rapuh. Salah siapa? Salah enggak tahu saya (lalu terdengar suara tertawa)... elite!!" ujar Prabowo geram. "Jangan ketawa. Kenapa kalian ketawa? Pertahanan Indonesia rapuh kalian ketawa. Lucu ya? Kok lucu."
Terkait emosinya itu, Prabowo sudah memberikan permintaan maaf terhadap lawan debatnya, Joko Widodo. Ia menyebut dirinya sebagai orang yang berasal dari Banyumas dan Minahasa.
Di sisi lain, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI-P, Charles Honoris, menyatakan jika Prabowo kemungkinan ditertawakan lantaran salah data. Charles menjelaskan jika pertahanan Indonesia tak lemah seperti yang dinyatakan Prabowo.
"Jadi kalau Prabowo marah-marah ke penonton karena mereka dianggap menertawakan pertahanan negara yang rapuh, jangan-jangan penonton sebenarnya sedang menertawakan kesalahan data Prabowo," ujar Charles dilansir JPNN pada Senin (1/4). "Penonton menertawai Prabowo karena meski yang bersangkutan mantan militer, ternyata tidak mengetahui dengan benar kekuataan TNI saat ini."
Charles menyatakan jika kekuatan TNI saat ini merupakan yang terbaik di Asia Tenggara. Sementara itu, kekuatan TNI berdasarkan ranking yang dirilis Global Firepower (GFP) 2019 ini dinyatakan sebagai terbaik ke-15 dunia.
Momen Prabowo yang ditertawakan penonton tersebut menjadi perhatian Charles. Ia mengatakan jika mantan Danjen Kopassus tersebut masih menggunakan pertahanan konvensional.
"Prabowo masih fokus di pertahanan konvensional, bahkan soal teknologi yang bersangkutan merasa tidak masalah jika harus tetap memakai teknologi lama," sambung Charles. "Sebaliknya, Jokowi sudah bisa memetakan ancaman ke depan seperti perang siber (cyber warfare), sehingga beliau fokus membangun pertahanan siber negara."
Debat keempat kemarin berlangsung di hotel Shangri-La. Jokowi dan Prabowo melakukan debat dengan tema ideologi, pertahanan dan keamanan, pemerintahan, serta hubungan internasional.
(wk/silm)